Ketua Barikade Gus Dur Jatim Ahmad Arizal saat memberi sanbutan di acara

Surabaya|duta.co-Ratusan anggota Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Jawa Timur bersyukur karena Zanuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) kembali ke panggung politik untuk meneruskan perjuangan politik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Bentuk rasa syukur itu ditunjukkan dengan gelar istighotsah dan tasyakuran yang digelar di kampung Wedoro Masjid, Waru, Minggu (30/9) lalu.
Ketua DPW Barikade Gus Dur Jatim Ahmad Arizal kepada Duta, Senin (1/10) kemarin menjelaskan selain tasyakuran, istighotsah juga ditujukan untuk mendoakan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah dan juga korban musibah kebakaran beberapa hari lalu di desa setempat.
“Doa bersama kami gelar untuk mendoakan ratusan korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Termasuk juga doa untuk para korban 8 rumah yang terbakar beberapa hari lalu di Wedoro. Semoga semuanya diberikan kesabaran dan segera mendapatkan gantinya,” kata Ahmad Arrizal kepada Duta.co Senin (1/10).
Doa bersama ini, tambahnya, digelar juga untuk mensyukuri kembalinya Neng Yenny Wahid kembali ke politik untuk meneruskan perjuangan Gus Dur. “Saya yakin kembalinya Neng Yenny ke politik dan sikap politik untuk mendukung pasangan Jokowi – Kiai Ma’ruf demi untuk kemaslahatan ummat,” imbuh dia.
Kenapa mendukung dan mengikuti sikap politik Yenny Wahid, Ahmad menjelaskan, Jokowi selama memimpin Indonesia, nilai-nilai perjuangannya seperti Gus Dur. “Perjuangan Jokowi di dukung dengan pasangan Cawapres Kyai Ma’ruf semakin klop. Pasti dalam memimpin akan mengutamakan untuk kemaslahatan ummat,” terangnya menutup.
Dalam kegiatan istighotsah dan tasyakuran ini juga dihadiri ratusan warga ini dihadiri sejumlah kiai antara lain kiai dari Forum Kiai Kampung Nusantara (FKKNU) Ketua FKKNU KH Abdul Tawwab Ratusan, Mas Ahmad Muhammad (Sidoresmo Surabaya), KH Abdul Ghoni (ulama dan sesepuh Waru), Kapolse Waru Kompol Fathoni, Kades Waru dan sejumlah tokoh lainnya.
Ahmad menjelaskan, acara juga diwarnai dengan sajian 9 tumpeng serta santunan kepada puluhan anak yatim.
“ Kami sengaja memilih di kampong karena ingin menunjukkan bahwa Yenny Wahid tidak saja dekat dengan masyarakat luas tapi juga dekat dengan masyarakat kampong,” tegas Ahmad. (mha)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.