SURABAYA | duta.co – Kreatif dan enerjik, itulah langkah kepengurusan Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jawa Timur periode saat ini, yang selama dua tahun kepengurusan nyaris tanpa henti berkegiatan.

Tiga kegiatan terakhir adalah Sertifikasi Pembimbing Jamaah Haji dan Umroh di Batu Malang pada Agustus lalu, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional di UPN Veteran pada 19 September, dan Halaqah Dakwah Islam Wasathiyah di Yayasan Insan Kamil Tuban pada 26 September 2026.

Pada kegiatan sertifikasi pembimbing haji dan umroh, peserta yang mendaftar sebanyak 135 orang, namun 17 orang diantaranya tidak memenuhi syarat sehingga yang mengikuti tinggal 117 orang.

Pada kegiatan di UPN peserta dibatasi sampai 100 orang, meski jumlah pendaftar mencapai sekitar 300 orang. Untuk kegiatan di Yayasan Insan Kamil Tuban jumlah peserta mencapai 250 orang.

“Untuk itu, insyaAllah, tanggal 6 Oktober nanti, seluruh pengurus LD PWNU Jatim, mulai dari penasehat, pengurus harian, sampai anggota, akan berziarah bersama istri ke makam Sunan Ampel,” kata Ketua LD PWNU Jawa Timur Dr KH Syukron Djazilan Badri MAg MPd di Surabaya, Kamis (1/10/26).

Selain untuk menambah keakraban di antara sesama pengurus, ziarah bersama tersebut juga untuk mensyukuri berbagai sukses, mulai dari sukses penyelenggaraan dan hasil-hasil Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, lalu pasca-Muktamar dengan ditunjuknya KH Firjaun Barlaman sebagai Plh Ketua PWNU Jawa Timur, sampai selesainya penyusunan kepengurusan PBNU masa khidmat 2026-2031 (30/9/2026).

“PBNU dipimpin oleh Kiai Miftah, Gus Kikin dan Gus Gudfan Arif, serta PWNU dipimpin Gus Firjaun. Alhamdulillah, semua itu kami syukuri,” kata Kiai Syukron yang juga Ketua MUI Kota Surabaya.

Program LD PWNU Jawa Timur selanjutnya, tutur dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu, pada Desember 2026 akan berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) menggelar Pelatihan Da’i dan Khatib Muda. Untuk Januari 2027 menyelenggarakan kembali pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umroh dengan target peserta dari seluruh Indonesia.

“Semoga ke depan, LD PWNU Jawa Timur semakin baik lagi,” tutur Kiai Syukron yang juga salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya. (*/pwnu)