Direksi Syariah Indonesia bersama dengan pengurus Pondok Pesantren Nurul Khidmah Surabaya, Senin (9/9) malam. DUTA/endang  

SURABAYA | duta.co – Syariah Indonesia (SI) berkomitmen untuk memberikan pembiayaan syariah bagi masyarakat Indonesia.

Ada empat bidang yang akan disasar perusahaan Stern Resources Group (SR)  yang berpusat di New York Amerika Serikat ini. Yakni properti syariah, healthy syariah, halal tourism dan agribisnis.

Untuk sementara waktu, SI akan berfokus pada pembiayaan properti. Ada 50 di Indonesia yang akan dibidik untuk pembiayaan syariah khusus properti ini. Di mana lima di antaranya berada di Jawa Timur, salah satunya di Sidoarjo, Gresik, Madura.

Country Manager Indonesia, Soeparmono mengatakan SR Group mengembangkan pembiayaan syariah ini dari hasil riset selama dua tahun di Indonesia. Dan mereka melihat Indonesia merupakan pasar syariah yang sangat besar di dunia.

“Sehingga kami melihat perlu mengembangkan pembiayaan syariah di Indonesia karena ini prospek yang cukup besar,” ujar Soeparmono di sela launching Syariah Indonesia di sebuah pondok pesantren di Surabaya, Senin (9/9) malam.

Dikatakan Soeparmono dalam hal ini, SI memang fokus pada pembiayaan properti untuk menengah ke bawah. Di mana sementara menyasar proyek rumah subdisi dengan harga Rp 140 jutaan.

Dalam hal ini, SI akan menggandeng developer yang mengalami kesulitan pembiayaan untuk pembangunan proyeknya.

“Yang penting mereka memiliki lahan atas nama perusahaan atau PT-nya dan izin-izin proyeknya sudah lengkap. Kita akan biayai untuk pembangunan proyek itu hingga selesai semua dibangun. Karena saat ini banyak proyek properti terhenti karena kesulitan pembiayaan membangunnya,” jelasnya.

Setelah itu, kata Soeparmono, pihaknya akan menjual produk properti itu kepada konsumen dengan cara in house.

Di mana konsumen bisa mengangsur harga rumah kepada pihak SI secara langsung tanpa melalui pihak ketiga. “Jangka waktunya bisa sampai 20 tahun,” tukas Soeparmono.

Hartadinata Harianto CEO SR Group dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya memang tidak fokus untuk mencari keuntungan dalam proyek ini.

“Keuntungan sosial yang lebih kami utamakan. Jadi untung untuk bersama, rugi juga ditanggung bersama,” tukas Hartadinata.

Hartadinata merasa yakin bahwa proyek ini akan berkembang, karena Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam dan akan memilih syariah untuk segala hal dalam kehidupannya ke depan.

“Ke depan, kami yakin ini akan berkembang. Kami berpikir kalau ingin sukses di Indonesia, maka harus memilih cara syariah untuk bisnisnya,” tandasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry