SITUBONDO | duta.co – Seorang wanita berinisial T warga Kelurahaan Mimbaan, kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo yang kontak erat dengan warga meninggal dunia positif Covid-19 ngamuk-ngamuk saat swab antigen dinyatakan reaktif Covid-19, dan melawan petugas, Sabtu (3/7/21).

Informasi ini, berawal dari viralnya video wanita yang marah-marah kepada petugas Satgas Covid-19 Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo yang beredar di graop-graop WhastApp.

Dalam tayangan video tersebut, nampak seorang wanita berambut panjang memakai kaos ping memaki petugas yang mencoba menenangkannya. Tapi, justru upaya petugas untuk menangkannya mendapatkan perlawanan dari si Wanita yang tidak menggunakan masker ini.

“Pagi tadi, T melakukan swab antigen di Puskesmas Panji dan hasilnya dinyatakan reaktif Covid-19. T sekeluarga merupakan kasus kontak erat dengan pasien covid yang meninggal dunia. Kemudian tim tracing Puskesmas Panji melakukan swab antigen terhadap keluarga T. Dari hasil swab antigen tersebut, T dan anaknya dinyatakan reaktif Covid-19, sedangkan ibu dan neneknya dinyatakan non reaktif,” jelas Kepala Puskesmas Panji, Bagus Sulaksono.

Lebih lanjut, Bagus menjelaskan, sejak awal, T memang tidak kooperatif, dia terus bicara macam-macam ke petugas. Namun petugas pukesmas terus melakukan upaya persuasif, agar yang bersangkutan dan keluarga mau dilakukan tes swab rapid antigen. Hingga akhirnya, yang bersangkutan bersama seluruh keluarganya mau dilakukan swab antigen. Hasilnya, dari empat orang uang di swab, ternyata T dan anaknya dinyatakan positif.

“Ketika T akan dilakukan isolasi, justru dia malah marah-marah kepada petugas puskesmas Panji maupun Satgas Covid-19 Kelurahan Mimbaan. Dia, bicara ngawur dan menantang petugas serta membangkang untuk isolasi mandiri dan yang bersangkutan tidak ada di rumah Ketika didatangi Satgas,” jelas Bagus.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Bagus atas peristiwa tersebut. Akan tetapi, Bagus berharap masyarakat tidak melakukan arogansi terhadap tenaga kesehatan yang terus berjuang melawan dan menemukan kasus-kasus kontak erat terhadap masyarakat positif Covid-19.

“Resiko petugas tracing tertular Covid-19 sangat tinggi. Demi mutus mata rantai penyebaran Covid-19, petugas tracing bekerja tanpa mengenal lelah. Oleh karena itu, saya memohon kepada masyarakat untuk menghargai mereka dalam menjalankan tugasnya. Mereka menjalankan tugas bukan untuk di maki-maki, tapi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 yang terus meningkat dalam dua pekan terakhir ini,” pungkas Bagus. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry