PONTIANAK | duta.co – Nahdlatul Ulama khususnya di Kalimantan Barat perlu mendorong penyusunan buku serta bahan ajar Ahlu Sunnah Wal Jama’ah berbasis kearifan masyarakat Kalimantan Barat sebagai media pembelajaran bagi siswa peserta didik di lingkungan sekolah/madrasah di bawah naungan NU.

Hal ini diungkapkan Budiyono, M.Pd Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Guru FTIK IAIN Pontianak saat menjadi narasumber dalam webinar series 32 “Narasi Kecil untuk Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat”, Selasa, 21/6 malam melalui plartform Zoom.

Menurutnya, perumusan buku ajar Aswaja berbasis kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat sangat penting dilakukan agar menjadi bahan pengayaan dan pengembangan bahan ajar dengan basis tradisi masyarakat Kalbar.

“Kita mengkhawatirkan masuknya berbagai pengaruh dari luar yang berupaya menghilangkan berbagai praktik kebudayaan dan tradisi yang telah dilakukan selama ini., Maka melalui buku serta bahan ajar aswaja berbasis tradisi masyarakat Kalbar ini diharapkan dapat terus menjadi media pelestarian berbagai tradisi dan budaya masyarakat yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.” Ujarnya.

Dirinya mengajak seluruh komponen Nahdlatul Ulama Kalbar khususnya LP Maarif untuk segera membentuk tim penyusunan buku ajar ASWAJA berbasis kearifan masyarakat Kalbar. Selanjutnya NU juga perlu melibatkan para peneliti, ahli pendidikan, dan akademisi NU di Kalbar dalam proses penyusunan buku ini.

“Yang jauh lebih penting ialah perlu juga ada upaya serius mengintegrasikan berbagai hasil penelitian tentang tradisi dan kearifan masyarakat Kalbar tersebut dalam kurikulum pembelajaran sekolah dan madrasah NU di Kalbar agar peserta didik mampu mendapatkan pemahaman dan pengetahuan yang komprehensif mengenai budaya dan lingkungan sekitarnya.” Ujarnya yang juga mantan keta LAKPESDAM PCNU Kota Pontianak masa khidmat 2016-2021 ini. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry