Peneliti ARCI, Baihaki Sirajt, saat memaparkan hasil survei di Surabaya pada Kamis (3/9/2026). Ridho/Duta

Surabaya | duta.co – Partai Demokrat mencatatkan peningkatan elektabilitas yang signifikan di Jawa Timur berdasarkan temuan terbaru lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI). Tren kenaikan tersebut terekam dalam kurun waktu satu tahun terakhir, di mana dukungan publik terhadap partai bernomor urut tersebut melonjak dari kisaran 7,1 persen pada awal Juli 2025 menjadi 12,5 persen pada Agustus 2026.

“Survei kami menunjukkan progres signifikan Demokrat selama satu tahun terakhir sejak September 2025 hingga Agustus 2026. Peningkatan elektoral mencapai 5 persen,” kata Peneliti ARCI, Baihaki Sirajt, saat memaparkan hasil survei di Surabaya pada Kamis (3/9/2026).

Mengenai sebaran kekuatan wilayah, Baihaki menjelaskan bahwa lonjakan suara Demokrat terkonsentrasi di beberapa titik geopolitik Jawa Timur. “Di Mataraman menguat sangat signifikan lalu di wilayah Tapal Kuda, Arek ada progres meskipun kecil. Namun di Pantura terus melemah, kalau di wilayah Madura stagnan,” bebernya.

Perubahan struktur internal dan dampak ketokohan figur utama partai dinilai menjadi pendorong utama tren positif ini. “Tentu adanya perombakan pada susunan kepengurusan DPD Demokrat Jatim pada tahun 2025 memberi dampak, sehingga Demokrat ini lebih hidup dengan berbagai program langsung ke masyarakat,” terangnya.

Baihaki juga menambahkan faktor pengaruh dari jajaran pimpinan partai. “Tentu yang juga sangat berdampak pada elektoral Demokrat ialah *coattail effect* dari AHY sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik. Selain itu, elektoral terhadap Emil Dardak juga meningkat di Jatim, dan semakin banyak warga yang tahu bahwa Emil Dardak adalah Ketua Demokrat Jatim,” tambahnya.

Tingkat pengenalan publik terhadap kepemimpinan Emil Dardak di Jawa Timur juga mengalami lonjakan drastis jika dibandingkan dengan periode Pemilu 2024. “Saat ini sudah 98,7 persen responden mengetahui bahwa Emil Dardak adalah Ketua DPD Demokrat Jatim. Ini bekal berharga Demokrat menuju Pileg 2029 di Jatim, sebab tren elektoral personal Emil Dardak saat ini terus meningkat di Jatim,” papar Baihaki.

Ia menilai capaian ini berpotensi menambah perolehan kursi legislatif jika konsistensi kerja partai dijaga. “Kuncinya Demokrat harus konsisten, apa yang sudah berjalan baik saat ini harus terus dijalankan agar perolehan suara partai di 2029 bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Berdasarkan data keseluruhan survei ARCI, Gerindra masih menempati posisi teratas di Jawa Timur dengan 16,3 persen, disusul PKB 15,1 persen, PDI Perjuangan 13,7 persen, Golkar 12,5 persen, dan Demokrat 12,5 persen. Posisi berikutnya diisi PSI 5,1 persen, PAN 4,2 persen, NasDem 4,1 persen, PKS 4,1 persen, PPP 1,5 persen, Perindo 1,1 persen, partai lainnya 3,5 persen, serta responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 6,3 persen.

Riset ini digelar pada 18–28 Agustus 2026 menggunakan metode *stratified random sampling* secara mandiri, melibatkan 1.200 responden dengan *margin of error* sebesar ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry