Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang dan Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti mengunjungi pasar dan bertemu muka dengan ratusan pelaku usaha di kawasan wisata refugia, Magetan. (dok/duta.co)

MAGETAN | duta.co – Kabupaten Magetan menyimpan potensi besar dalam produksi telur, ayam dan sayuran dengan produksi yang melimpah bahkan surplus. Kabupaten sekitar seperti Madiun, Ponorogo, Ngawi, Bojonegoro mengambil dari Magetan guna memenuhi kebutuhan konsumsi juga untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peluang besar bagi petani sayur, peternak Magetan.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyambut baik penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, keberadaan program tersebut menjadi peluang besar bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.

“Kami mendukung penuh program MBG karena manfaatnya sangat besar, baik untuk peningkatan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Magetan juga telah menyiapkan satu gedung strategis di sebelah Alun-Alun Magetan yang akan digunakan sebagai sekretariat dan kantor khusus MBG,” kata Nanik Endang Rusminiarti.

Ia menambahkan, sebagai kabupaten dengan luas wilayah relatif kecil, Magetan memiliki potensi besar dalam membangun sistem distribusi pangan yang efektif untuk mendukung keberhasilan program nasional tersebut.

“Saat ini, Program Makan Bergizi Gratis memasuki fase baru yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.”

Namun, seiring dengan kondisi infrastruktur khususnya jalan yang sudah baik dan tidak adanya Medan yang ekstrem membuat banyak mitra yang minat mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan.

“Di Kabupaten Magetan ini sudah ada 71 SPPG tapi yang 12 kena suspend sehingga yang beroperasional 59 perlu kami laporkan bahwa kami juga sudah menyediakan satu gedung yang strategi tepatnya di utara alun-alun Magetan ini sebagai kantor pelayanan pemenuhan gizi sekaligus menjadi sekretariat satgas MBG sehingga masyarakat tidak lagi kebingungan untuk mendapatkan informasi tentang program MBG di Kabupaten Magetan,” terangnya.

Bupati Magetan, Nanik memaparkan di kabupaten ini semua bahan pangan segar ada kecuali ikan laut untuk beras produksi mencapai 227.000 ton per tahun dan untuk konsumsi hanya 56.000 ton per tahun, produksi telur 25.600 ton per tahun dan untuk konsumsinya hanya 11.190 ton per tahun dan sayuran 95.500 per tahun untuk konsumsinya hanya 23.500 ton per tahun.

“Artinya masih mampu mencukupi kebutuhan MBG di Kabupaten Magetan bahkan bisa mencukupi di Kabupaten sekitar seperti Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Pacitan bahkan sampai ke Wonogiri karena kebetulan kita juga berbatasan dengan Wonogiri,” ujarnya.

Nanik berharap adanya penekanan kepada seluruh SPPG di Kabupaten Magetan untuk memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari Magetan sendiri.

“Karena kalau semua ini berjalan kami yakin selain mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat secara luas,” pungkasnya. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry