PANEN PADI: Panen padi di Dusun Bagusan, Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Jumat (12/1), didampingi Danramil 0802/02 setempat. (dok.koramil 0802/02 Jenangan)

PONOROGO | duta.co – Produksi  gabah di Kabupaten Ponorogo dalam setiap tahunnya cukup melimpah. Dinas Pertanian Ponorogo secara tegas menolak rencana Kemdag mengimpor beras.  Data dari Dinas Pertanian dan Perikanan  Ponorogo menunjukkan, produksi padi  Ponorogo  500.000-600.000 ton per tahun atau surplus hingga 400.000 ton, padahal konsumsi untuk warga setempat hanya 196 ribu ton.

“Dengan  produktivitas padi yang terus meningkat di Kabupaten Ponorogo,   kami menolak  keras rencana impor beras oleh pemerintah pusat. Impor beras akan  menurunkan kesejahteraan petani.  Soal harga gabah atau beras tinggi, itu setara dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk produksi,” kata Harmanto, kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Ponorogo, Jumat (12/1).

Harmanto  menjelaskan, target  luas tanam  di Kabupaten Ponorogo  seluas  78.797 hektare tercapai 79.845 hektar e atau sekitar 101 persen dengan baku tanah 34.810 hektare.  Dengan produktivitas sekitar 6,8 ton per hektare  atau naik sekitar 1,4 ton per hektare  dibanding tahun lalu.  Dengan capaian Ponorogo ini mampu menyumbang  produksi beras nasional.

“Maka Ponorogo menolak  impor beras. Jika  inginmenurunkan harga beras dan petani masih untuk adalah  membantu  petani menekan biaya produksi namun  produktivitas padi semakin tinggi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pemerintah pusat salam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemdag) memutuskan akan mengaimpor beras dari Thailand dan Vietnam sebanyak 500.000 ton. Hal ini dilakukan untuk menekan kenaikan harga beras medium yang akhir-akhir ini mencapai Rp12 ribu per kg.

Kabupaten Ponorogo saat ini sedang berlangsung musim hujan dengan intensitas tinggi. Sebagian besar telah selesai pelaksanaan tanam padi dan memasuki masa perawatan tanaman. Sementara di wilayah-wilayah tertentu sedang gencar luas tambah tanam (LTT). Sedangkan wilayah Kecamatan Jenangan, Pulung, Sooko, Ngebel, dan Pudak justru  panen raya.

Panen raya secara secara sporadis di wilayah Ponorogo terus dilakukan. Jumat (12/1) di wilayah Kecamatan Jenangan tercatat panen padi 5 hektare yang tersebar di beberapa titik. Bahkan untuk panen raya di Jenangan ini langsung didampingi oleh Danramil 0802/02 Jenangan  di Dusun Bagusan, Desa Paringan, Kecamatan Jenangan. Pendampingan tata kelola pertanian ini sebagai bagian dari upaya khusus swasembada pangan oleh satuan Kodim 0802/Ponorogo.

“Kami melakukan  pendampingan panen  padi milik Suroso anggota Kelompok Tani Gemah Ripah,  Dukuh Sepong, Desa Bedoho, Kecamatan Sooko dengan luas 0,5 hektare untuk jenis padi IR 64 dan  seluas 0,2 hektare di areal persawahan Desa Wayang, Kecamatan Pulung,” kata  Sertu Sunyoto Bati Bakti TNI Koramil 0802/18 Sooko. sna

Tinggalkan Balasan