Akhirnya sekretaris PLN menemui Hari Cipto Wiyono SH (kiri). (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Patahnya 61 tiang listrik milik PT PLN (Persero) di Krian, Sidoarjo, menyita perhatian Surabaya Coruption Watch Indonesia (SCWI). Tim ahli SCWI, Ir Wiwik Choiriyah, MT memberikan rekomendasi untuk dilakukan uji materi beton sekaligus beban yang harus dipikul tiang listrik tersebut.

Ketua Surabaya Coruption Watch Indonesia (SCWI) Hari Cipto Wiyono SH, Kamis (4/6/2020), berkirim surat ke PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur di Surabaya. Isinya, mendesak agar PLN proaktif meneliti tragedi patahnya 61 tiang listrik di Desa Barengkrajan, Krian, Sidoarjo, yang terjadi awal Januari kemarin.

Puluhan orang jadi korban, termasuk mobil Pemred duta.co yang kini menempuh jalur hukum di PN Sidoarjo. (FT/ist)

“Ini serius. Bukan masalah sepele. Sebanyak 61 batang tiang listrik patah bersamaan. Saya kira ini pertama kali terjadi di Indonesia. Kami, (SCWI red.) mengendus ada kecerobohan dalam pengerjaan proyek tersebut. Ada indikasi kuat negara dirugikan,” jelas Hari Cipto Wiyono SH kepada duta.co dari Kantor PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur di Jl Embong Trengguli 19 – 21, Surabaya.

Cipto memang sudah melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi patahnya 61 tiang listrik milik PLN di Desa Barengkrajan, Krian, Sidoarjo. Rabu (13/5/2020) kemarin dia menyaksikan tumpukan ‘bangkai’ tiang listrik yang berada di bibir jalan bypass, Krian.

“Sebenarnya sudah lama, kami ingin ke TKP (Tempat Kejadian Perkara red.) tapi, karena kesibukan, baru sekarang ada kesempatan,” jelasnya saat berada di lokasi kejadian.

61 Bangkai Tiang Listrik PLN kini tergeletak di bibir jalan Bypass, Krian. (FT/MKY)

Sebagai lembaga anti korupsi, SCWI, jelas Cipto, tidak bisa membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Demi menyelamatkan anggaran negara, juga kebersihan PLN dari kinerja oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, maka, lembaganya terus bergerak. SCWI juga akan mengerahkan tim ahli dari kampus untuk meneliti secara seksama.

“Dalam kajian awal, terdapat kecerobohan yang serius. Bagaimana bisa tiang listrik dibebani kabel begitu banyak dan berat. Di samping itu, perlu dilakukan uji materi terhadap kualitas beton itu sendiri. Ini penting, pertama, demi PLN sendiri. Kedua demi masyarakat luas. Karena kecerobohan Ini bisa mengancam keselamatan masyarakat luas,” tegasnya.

Permintaan SCWI kepada PLN sederhana, dilakukan uji materi secepatnya. Jika PLN keberatan, maka, SCWI akan berjalan sendiri, melibatkan para ahli. “Saya melihat PLN kurang kooperatif. Padahal, hasilnya justru untuk perbaikan PLN itu sendiri. Kalau perlu, uji material dilakukan bersama kontraktor atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. Kalau tidak kooperatif, ada apa?” pungkasnya sambil melempar tanda tanya. (eno)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry