Ilustrasi penyebaran kasus influenza A (H3N2) subclade K.

SURABAYA | duta.co – Menyusul Jawa Timur yang menempati peringkat pertama dengan 23 kasus influenza A (H3N2) subclade K, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.
‎
‎Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus influenza A (H3N2) subclade K di Kota Pahlawan. Kendati demikian, upaya pencegahan tetap dilakukan, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas liburan, baik di dalam kota maupun yang baru kembali dari luar negeri.
‎
‎”Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri,” ujarnya, pada Rabu (7/1/2026).
‎
‎Lebih lanjutnya Ia menjelaskan, bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, Pemkot Surabaya telah menerapkan prosedur skrining kesehatan secara ketat. Pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan suhu tubuh saat kedatangan, dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit, termasuk virus super flu.
‎
‎Sementara itu, untuk mobilitas dalam negeri, Wali Kota Eri menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan pribadi.
‎
‎”Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.
‎
‎Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya telah menyiagakan seluruh puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. Seluruh fasilitas kesehatan diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, termasuk super flu, guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
‎
‎”Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu, harus segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan,” kata dia.
‎
‎Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan pasien yang terpapar virus super flu di Surabaya. Meski demikian, Dinkes terus melakukan berbagai langkah antisipatif secara aktif dan berkelanjutan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan.
‎
‎“Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit dalam pelayanan kasus penyakit pernapasan, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” ujar Nanik.
‎
‎Selain itu, Dinkes Surabaya juga memperkuat edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry