SURABAYA | duta.co – Guna menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, hari-hari ini memasuki masa reses. Mereka berusaha menyapa langsung masyarakat.

Berbeda dengan reses biasanya yang bertatap muka langsung, dimasa transisi PSBB menuju New Normal ini Anggota Dewan memanfaatkan teknologi Informasi Via Telecoverensi Virtual melalui Zoom Meeting.

Seperti yang dilakukan Hj Khusnul Kotimah, M.Pd.I Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya bersama Penyuluh Agama Islam Kota Surabaya (Jumat, 19/06/2020).

Kegiatan bertemakan “Surabaya pasca PSBB dan menghadapi Transisi dibidang Dakwah Keagamaan” ini di ikuti oleh Penyuluh Agama Islam PNS maupun non PNS se Kota Surabaya.

Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kota Surabaya, Nur Chamzah mengatakan, Penyuluh Non PNS sejumlah 248 Orang dan 48 yang PNS, mempunyai 8 Bidang Garapan Penyuluhan yaitu: Zakat, Wakaf, Buta Aksara Al Quran, Kerukunan umat, Keluarga Sakinah, Narkoba/ HIV, Aliran Sempalan/ Radikal dan Produk Halal yang tersebar di seluruh kecamatan se Kota Surabaya.

“Mereka adalah ujung tombak penerangan Kementerian Agama yang turun langsung di masyarakat,” pungkasnya.

Tiga Poin Penting

Kasi BIMAS Islam Kota Surabaya, Drs. Husni, M.Si menyampaikan 3 poin penting yang harus segera dibentuk di Kota Surabaya yaitu BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), BWI ( Badan Wakaf Indonesia) dan LPTQ ( Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an).

Menurutnya hanya Surabaya satu satunya kota di Jawa Timur yang tidak mempunyai 3 Lembaga tersebut. “Lembaganya ada tapi pengurusnya tidak ada, padahal dimana-mana lembaganya ada pengurusnya juga ada, se Jawa Timur hanya Surabaya yang tidak ada pengurusnya, padahal Surabaya Kota Motropolis, Ibu Kota Jawa Timur,” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Hj. Khusnul Khotimah, M.Pd.I juga mengakui BAZNAS, BWI, dan LPTQ merupakan elemen penting untuk Syiar Agama Islam di Kota Surabaya.

Menurutnya ia sudah menyampaikan ke Sekda agar segera membentuk Lembaga tersebut dan menurut informasi terakhir sudah tersusun pengurus BAZNAS dan sudah di meja Ibu Walikota tinggal di tandatangani, namun karena Ada Covid 19, Kegiatan semua Fokus untuk menangani Covid 19. “Kita berharap semoga Covid 19 ini segera berakhir sehingga sudah ada pengurusnya” Ungkapnya.

Sekeretaris Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kota Surabaya, Dr. Moh. Mukhrojin, M.Si yang juga sebagai Moderator acara ini mengusulkan agar Penyuluh Agama Islam Non PNS se Kota Surabaya diikut sertakan menjadi pengurus BAZNAS, BWI, dan LPTQ jika Lembaga tersebut sudah terbentuk.

Para penyuluh, jelasnya, menguasai Bidang Zakat, Wakaf, dan Tilawatil Qur’an karena sudah bidangnya, disamping itu Penyuluh Agama Non PNS dari KUA Sukolilo ini juga mengusulkan agar para penyuluh Agama Islam Non PNS mendapat bantuan Insentif dari APBD Kota Surabaya karena mereka menjadi garda terdepan dalam menangani masalah sosial Keagamaan di Masyarakat.

“Penyuluh Agama Islam menjadi garda terdepan dalam kegiatan Keagamaan Masyarakat, apalagi APBD Kota Surabaya termasuk terbesar se jawa timur maka sudah  selayaknya mereka dibantu apalagi adanya Covid 19 mereka juga termasuk warga terdampak” pungkasnya. (zi)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry