Delegasi anak muda yang diberangkatkan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur berada di Bandara Tiongkok.

SURABAYA I duta.co – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur memberangkatkan delegasi anak muda ke Tiongkok pada Rabu (28/10/2026). Kunjungan selama tujuh hari ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan generasi muda, terutama dalam bidang budaya, teknologi, dan perkembangan ekonomi global.

Di bawah kepemimpinan H. Musaffa Safril, Ansor Jatim menjadikan Tiongkok sebagai salah satu mitra strategis dalam proses kaderisasi. Langkah ini diarahkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya kader muda Ansor, agar mampu menghadapi tantangan di era global.

Program kunjungan tersebut terlaksana melalui sinergi lintas sektor dengan melibatkan Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya dan Harian Disway. Delegasi terdiri atas komunitas game online, pegiat studi bahasa Mandarin, serta perwakilan PW GP Ansor Jawa Timur.

Selama berada di Tiongkok, rombongan dijadwalkan menjelajahi berbagai destinasi untuk mengenal lebih dekat khazanah budaya, perkembangan teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat di negara tersebut.

Ahmad Burhan, Wakil Bendahara PW GP Ansor Jawa Timur yang turut serta dalam delegasi, menjelaskan bahwa hubungan historis antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama ratusan tahun menjadi salah satu landasan penting bagi Ansor Jatim untuk menjadikan negara tersebut sebagai pusat pembelajaran bagi generasi muda Indonesia.

“Ansor Jatim dalam beberapa kali diskusi internal yang kami lakukan menemukan salah satu konklusi bahwa Tiongkok saat ini setidaknya dalam dua dekade terakhir mengalami perubahan ekonomi dan teknologi yang luar biasa. Perkembangan besar itu tidak disertai dengan hilangnya kebudayaan mereka. Ini menjadi catatan penting saya kira” Terang Burhan.

Setelah mendarat di Guangzhou, delegasi Ansor Jatim bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Shenzhen, kota yang berbatasan langsung dengan Hong Kong dan dikenal dengan perkembangan tata kota yang modern.

Di Shenzhen, rombongan menikmati makan malam di restoran halal yang menyajikan masakan khas Xinjiang. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Dongmen Pedestrian Street, salah satu kawasan perdagangan bersejarah yang mempertemukan geliat ekonomi modern dengan karakter arsitektur klasik Tiongkok.

Kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan perkotaan dan aktivitas ekonomi berjalan berdampingan dengan warisan budaya.

Selama tujuh hari ke depan, Ansor Jatim akan membagikan laporan perjalanan dan berbagai destinasi menarik melalui kanal media partner. Publikasi ini diharapkan menjadi ruang literasi dan edukasi bagi masyarakat untuk mengenal Tiongkok lebih dekat sekaligus memahami peluang peran GP Ansor dalam membangun hubungan sosial lintas negara di tengah arus globalisasi.

Melalui program ini, Ansor Jatim berupaya mendorong generasi muda agar tidak hanya memahami perkembangan dunia dari informasi digital, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai kemajuan teknologi, keberagaman budaya, dan dinamika hubungan antarbangsa. 9zi)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry