MALANG | duta.co – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Summer Course. Diikuti 38 peserta dari berbagai negara, Fakultas ini berharap program ini dapat menjadi ajang kolaborasi dan promosi internasional.

Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Pelaksana Summer Course FTP UB, Nur Istiana. Bahwa  kegiatan Summer Course ini telah memasuki pelaksanaan tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024 lalu. Tahun sebelumnya, kegiatan berlangsung sekitar Oktober-September 2024, dan tahun ini, Summer Course dimulai sejak Juni dan akan berakhir pada Agustus 2025.

“Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini semakin solid dan rutin diadakan setiap tahunnya, menjadi salah satu agenda unggulan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB),” ungkap Istiana, Senin (23/06).

Nur Istiana menambahkan bahwa Summer Course ini dirancang dalam dua skema, yakni internasional dan nasional. Untuk skema internasional, peserta berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Brunai. Tercatat sebanyak 38 peserta internasional turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Sementara itu, keseluruhan peserta, baik nasional maupun internasional, mencapai 309 orang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Malang, Surabaya, Madura, Banyuwangi, hingga Jawa Barat.

Kegiatan ini awalnya diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom maupun Google Meet sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi pandemi. Namun, hari ini, kegiatan beralih ke kunjungan langsung yang meliputi berbagai destinasi menarik di Malang. Peserta diajak mengunjungi UKM dan budaya lokal di Kayu Tangan.

Termasuk mengikuti pelatihan pembuatan produk pangan di laboratorium Food Production dan pemeriksaan kualitas organoleptik di laboratorium sensory. Juga kegiatan di laboratorium pilot plant yang memproduksi tepung porang sebagai bahan baku berbagai produk inovatif.

Selain itu, kegiatan lapangan juga meliputi kunjungan ke industri seperti PT Amerta Otsuta dan PT Soputkot, serta ke destinasi wisata seperti Batu Tuping dan BUMDES di Batu yang mengolah produk sapi, susu, dan keju.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan peserta tentang industri sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi,” ucap Ketua Pelaksana Summer Course ini.

Mewakili Dekan FTP UB, Panji Deoranto yang juga Ketua Internasional Office FTP UB  menyampaikan bahwa tujuan utama dari Summer Course ini adalah mendukung indikator kinerja perguruan tinggi. Khususnya poin kedua, yaitu meningkatkan keterlibatan mahasiswa di luar kampus.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari berbagai universitas nasional akan keluar dari kampus mereka menuju UB. Sekaligus mempererat relasi antar perguruan tinggi,” urai Panji.

Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pendidikan lanjutan (S2). Dengan mengenal lebih dekat fakultas teknologi pertanian, para peserta diharapkan tertarik untuk melanjutkan studi di FTP UB.

Panji menegaskan bahwa kolaborasi menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan ini. Relasi yang dibangun dengan berbagai perguruan tinggi baik nasional maupun internasional akan memperkuat langkah pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.

Tidak hanya terbatas pada summer program, namun kegiatan ini juga akan menjadi pijakan untuk pengembangan aktivitas lain yang bermanfaat bagi akademisi dan industri.

Kegiatan Summer Course FTP UB tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi wahana belajar. Namun juga menjadi jembatan strategis dalam memperkuat jejaring dan promosi institusi. Serta meningkatkan citra universitas di dunia internasional.

 

 

 

 

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry