SURABAYA | duta.co – Pulau Madura kembali diguncang gempa berkekuatan 5.0 Skala Richter terjadi, pada Selasa (2/4)  pukul 08.22 WIB. Badan Meteorolog Klimatologi Geofisika (BMKG) melaporkan episentrum gempa berada di koordinat 7.24 LS dan 114.6 BT atau berada 84 kilometer sebelah tenggara Sumenep, dengan kedalaman 10 kilometer.

Paska kejadian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergegas membentuk tim untuk memonitor kerugian dan korban.

“Saya sudah koordinasi dengan Kepala BPBD Jatim. Saya juga sudah koordinasi dengan Pak Sekda. Jadi sejauh sampai berjalan ke sini Alhamdulillah belum nampak titik (kerusakan),” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (2/4/2019).

Lebih jauh mantan Mensos RI ini menjelaskan bahwa Pemprov masih memonitor terutama daerah kepulauan seperti Raas dan Sapudi. Alasannya, berdasarkan laporan yang masuk kepada baru ada satu orang yang dibawa ke Puskesmas.

“Saya lihat di fotonya itu di infus,” terang Khofifah.

Monitoring pendataan dampak gempa, kata Khofifah  dipimpin langsung oleh Sekdaprov Heru Tjahjono. Karena sesuai aturan di BNPB, pimpinanny adalah pejabat eselon I yang dalam hal ini Sekdaprov. Sementara untuk mengkoordinasikan teknis dilapangan Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono.

“Saya sudah mengkoordinasikan foto-foto yang terupdate. Saya sudah minta untuk terus dikoordinasikan, dan kita semua saling melakukan monitoring. Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan,” harap perempuan yang juga Ketum PP Muslimat NU ini.

Ditanya soal besaran kerugian akibat gempa, Khofifah meminta waktu untuk melakukan perhitungan. Dia menyebut ada konversi yang ditetapkan oleh aturan maupun standar operasional prosedur untuk menghitung kerusakan.

“Rusak sedang berapa, kalau rusak ringan berapa. Saya rasa kita tetap menjalankan SOP itu,” pungkasnya. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.