SURABAYA l duta.co – Pengerjaan spesimen Covid-19 tidak mudah. Dibutuhkan tempat khusus yang sesuai standar dengan minimal mengerjakan sampel infeksius pada BSL 2.

 Hal tersebut diungkapkan Irene Lorinda Indalao dari Litbangkes Kemenkes RI dalam acara webinar yang digelar Laboratorium Riset Terpadu Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Sabtu (25/7/2020).

Dikatakan Irene, selain itu, perlu diperhatian kondisi laboran dalam pengerjaan sampel tentang keselamatan laboran, sehingga penggunaan PPE/APD hal mutlak yang harus dilakukan.

“Jadi perlu sering mengadakan pelatihan dengan pendampingan instansi yang sudah tersertifikasi,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Muhammad Irham dari Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.

Dikatakannya SARS-Cov2 melupakan virus yang mudah bermutasi  dan setiap mutasi yang terjadi berbeda beda. “Perubahan mutasi tersebut bisa dilihat dengan struktur genomic dari virus tersebut,” ucap Irham.

Berdasarkan data bioinformatic sebaran mutasi gen berdasarkan genome setiap negara berbeda-beda.

Berdasarkan data penelitian, untuk wilayah Eropa, Amerika dan Africa jenis mutasi paling sering pada resetor TMPRSS2, sedangkan untuk wilayah Asia di Taiwan mutasi genomic pada ACE receptor.

 “Hal Ini sangat menarik dipelajari karena dengan pe meja resetor spesifik bisa menjadi target dalam pengobatan,” jelasnya.

Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, Meng dalam kesempatan yang sama mengatakan virus corona merupakan virus dengan seribu wajah. Hal ini dikarenakan virus ini berbeda dari setiap negara dibandingkan di negara awal kali menyebar seperti di Wuhan.

“Yang sayang dengar virus ini mutasinya sangat cepat, jadi banyakninformasi yang beragam dari informasi mengenai virus ini,” ujarnya.

Dengan adanya webinar ini, Jazidie berharap dapat memberikan pengetahuan tentang virus ini. Terlebih adanya informasi tentang pengerjaan specimen covid 19 memerlukan tempat khusus yang sesuai standar.

“Mengingat variasi dan kemampuan mutasi dari virus covid 19 Ini cukup cepat. Secara genomic variasi SarCov2 Ini berbeda di setiap benua,” ucapnya. ril/hms

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry