JAKARTA | duta.co – Dr KH Marsudi Syuhud, MA, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mendukung gerakan nasional wakaf uang (GNWU) yang dicanangkan pemerintah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga mengapresiasi pelepasan Kiswah Babussalam, di mana sebagian maharnya disalurkan untuk wakaf uang.

Barang istimewa ini sempat dibeber saat berlangsung Majelis Dzikir dan Majelis Ta’lim bersama KH Marsudi Syuhud di Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Jakarta.

“Malam hari ini, saya sampaikan, ini ada Kiswah Ka’bah Babusaalam. Yaitu Kiswah yang di Multazam, Ka’bah. Ini Kiswah tahun 1431 H atau masehinya 2010. Ini beliau mendapatkan utuh, termasuk di dalamnya, warnanya hijau,” demikian disampaikan Dr KH KH Marsudi Syuhud didampingi H Agus Priyono (santri dan jamaahnya yang notabene pengusaha asal Jatim) sebagaimana diwartakan @NU Channel, pekan kemarin.

Menurut Kiai Marsudi, Kiswah (Ka’bah) itu dalam setiap tahunnya, diganti. Ini satu-satunya pada tahun itu. Diumumkan oleh beliau (pemilik Kiswah asal Surabaya red.), jika para permisa NU Channel atau siapa saja, mengharap (memiliki) ini, katanya, maka, sebagian rejeki (mahar) akan diwakafkan.

Tampak Presiden Jokowi dan rombongan memasuki Ka’bah, tahun 2019. Di atasnya terdapat Kiswah Babussalam. (FT/republika.co.id)

“Ini barang langka. Siapa saja yang berminat (memiliki), untuk ditaruh di rumah atau di masjid, atau di mana saja, maka, akan turut serta wakaf uang, dan itu bisa diperuntukkan membantu pendidikan di mana saja, di pondok pesantren atau yang lain,” tegasnya.

Indrajaya, penanggungjawab pelepasan Kiswah ini, kepada duta.co, menjelaskan, bahwa, ini dilakukan untuk mensukseskan kebijakan strategis Presiden Jokowi berupa Wakaf Uang. Ini diperlukan terobosan baru, guna mengetuk para aghniya (orang kaya). Salah satunya pelepasan barang langka. Ini sering menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang berduit.

“Potensi wakaf uang ini, sangat besar. Dalam catatan Menkeu RI, Sri Mulyani, potensinya bisa sampai Rp 217 triliun. Hebatnya, potensi itu selama ini hanya dari 74 juta penduduk ‘Kelas Menengah saja’. Artinya belum menyentuh masyarakat ‘Kelas Atas’, yang berjumlah 3,1 juta orang,” terangnya.

Perlu Edukasi

Jika masyarakat ‘Kelas Atas’ tergugah, ikut mendorong suksesnya Wakaf Uang, jelasnya, tentu, angkanya akan lebih dahsyat lagi. Maka, diperlukan terobosan nasional, demi suksesnya pengumpulan wakaf tunai ini, terlebih di masyarakat ‘Kelas Atas’.

“Hari ini, kita mulai dengan pelepasan Kiswah BABUSSALAM. Selanjutnya kita akan lakukan edukasi, baik berbentuk brosur, halaqah, seminar, bahtsul masail sampai asas manfaatnya, sehingga gerakan nasional Wakaf Uang ini, benar-benar bisa memperkuat sistem keuangan nasional kita,” tambahnya.

Khusus untuk Kiswah Babussalam, terangnya, ini memiliki ketinggian 6,5 meter dengan lebar 3 meter dengan berat kurang lebih 57 Kg. Selain itu ada kiswah kain (hitam) secara utuh. Kiswah ini disertai sertifikat pelepasannya tahun 1431 Hijriyah atau 2010 Masehi.

“Jika ada yang berminat bisa hubungi Kami, INDRAJAYA, No HP 0878-7574-3089,” pungkasn ya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry