Pakar Ketahanan Pangan Universitas Brawijaya, Dr. Sujarwo, S.P.,M.P saat acara bincang dan obrolan santai (Bonsai) bersama wartawan dan pakar UB, Selasa (30/03) di Cafe UB.

MALANG | duta.co – Pakar Ketahanan Pangan Universitas Brawijaya, Dr. Sujarwo, S.P.,M.P mengupas berbagai persoalan di sektor pertanian. Tak hanya memotret persoalan, ia pun sekaligus memberi solusi masa depan. Hal tersebut diungkap dalam acara bincang dan obrolan santai (Bonsai) bersama wartawan dan pakar UB, Selasa (30/03) di Cafe UB.

Menurut Sujarwo, struktur ekonomi di mana share sektor pertanian yang terus menurun memang wajar di seluruh negara, hal itu menunjukkan laju pertumbuhan sektor lain seperti industri dan jasa, serta pedagangan yang meningkat lebih cepat dibanding sektor penanian.

“Paling penting sebenamya transformasi struktur ekonomi ini juga diikuti transfomasi tenaga kerjanya sehingga labor productivitynya juga meningkat,” ungkapnya.

Lebih jauh, Wakil Dekan I Faperta UB ini membeberkan, jika tidak diikuti oleh transformasi tenaga kerja yang berpindah dari sektor pertanian maka akan berpotensi meningkatnya ketimpangan dan marginalisasi sektor pertanian itu sendiri.

Dalam perspektif mikro, memang terlihat bahwa tenaga kerja disektor pertanian pada umumnya rerata usianya makin tua.

“Regenerasi petani terhambat karena pandangan bahwa sektor pertanian bukanlah sektor yang menguntungkan,” ujarnya.

Menurutnya, orang bekerja di sektor pertanian hanya karena memang tidak punya pilihan untuk bekerja di sektor lain yang upahnya atau keuntungannya lebih baik. Stereotif ini kemudian menjadikan sektor pertanian semakin ditinggalkan dan menjadi inferior.

Realitas, lanjut dia, juga menguatkan hal ini dengan diketahuinya problem produksi dan pasar di sektor pertanian tidak kunjung terbenahi sehingga saat panen harga seringkali jatuh dan merugikan petani.

“Pertanian sebenamya tetap merupakan sektor yang memiliki potensi menghasilkan profit tetapi memang harus dikelola dengan benar dan profesional, maka hasilnya juga akan sangat menguntungkan,” paparnya.

Ia menambahkan, hal penting dilakukan adalah terus melakukan edukasi kepada generasi muda akan potensi dimiliki sektor pertanian untuk dikelola dengan baik, responsif terhadap perubahan teknologi dan pasar.

Kedua aspek ini, menurutnya, jika diperhatikan dalam produksi pertanian maka pertanian akan maju. berpotensi mendonamisasi perekonmian secara makro dan yang diharapkan adalah adanya linkage yang baik konsumsi, produksi, investasi dan penerimaan pemerintah melalui sektor pertanian.

“Jika keterkaitan ini terbina dengan baik maka pertumbuhan makro kita akan semakin kokoh karena bertumpu pada endowment factor yang dimiliki bangsa ini,” tutupnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry