Inilah wajah Dokter Aini yang sedang dicari keluarga dan aparat polisi karena menghilang. (FT-KRjogja)
Inilah wajah Dokter Aini yang sedang dicari keluarga dan aparat polisi karena menghilang. (FT-KRjogja)

YOGYAKARTA | duta.co – Misteri Dokter Nur Ruwaida Isnaini alias Aini yang hilang sejak 4 Januari 2017 sampai Minggu (8/1/2017) dini hari belum terjawab. Wanita yang dikenal tertutup, sehingga keluarga kerap tidak menetahui persoalan yang dialaminya, menghilang begitu saja.

“Dia agak tertutup. Mungkin sibuk kan jadi ya sudah enggak ada kabar. Kegiatannya kan rumah sakit dan kosan saja,” kata Nurmala Shofiyati, kakak Isnani, Sabtu (7/1/2017).

Meski demikian, pihak keluarga di Dompilan, Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, ikut memantau kegiatan Isnani di Yogyakarta. Saat ditelepon atau di SMS, Aini  selalu bicara hal kuliah. Sehingga keluarga tidak mengetahui jika adiknya itu hilang tanpa sebab.

“Dia tinggal sendiri di Yogya. Kalo kita pantau dia lagi di rumah sakit. Kita telepon dan SMS selalu di RS dan kosan dia juga enggak ke mana-mana kalau sudah sampai kosan,” ujarnya.

Hingga saat ini seluruh keluarga sudah berada di Yogya untuk memantau perkembangan terakhir dari Polisi. Keluarga melaporkan kehilangan Aini ke Polsek Mlati.

Ketika disinggung mengenai apakah adiknya memiliki hubungan dekat dengan lelaki. Ia mengaku tidak mengetahui, pun terkait apakah mengikuti organisasi atau semacamnya.

Pihak keluarga tidak lelah terus menghubungi anak kedua dari empat bersaudara ini.

Sementara Kepala Departemen Obstetrics and Gynecology Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito Yogyakarta, Detty Siti Nurdiati mengatakan, sesungguhnya dokter Aini (29) sedang menjalankan studi spesialis kandungan di rumah sakit itu.

“Dokter Aini termasuk residen (sekolah spesialis) murid kami yang baik. Enggak ada catatan kecil negatif. Dokter Aini baik sisi akademik maupun pelayanan pasien sampai 2,5 tahun bersama dengan kami,” ujarnya.

Namun, Detty tidak mengetahui keseharian dokter Aini di luar kampus. “Aktivitas di luar pendidikan kurang tahu tapi kata temen-temennya Aini enggak ikut kegiatan lain selain di RS,” tutupnya.

Aini sedang menempuh pendidikan ahli kandungan atau Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Spog) di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Kronologi hilangnya dokter tersebut adalah pada Rabu 4 Januari 2017, dokter Aini jaga stase di RSUD Sleman.

Saat itu, ia menyerahkan jaga stase kepada temannya dan pamitan akan menghadap kepala program studinya di FK UGM. Namun, ternyata tidak menemui yang dicarinya. Hal itu terlihat dari rekaman kamera pengintai (CCTV).

Dokter Aini selanjutnya meninggalkan kosannya di Jalan Sendowo, Blok D Nomor 71, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta dan menitipkan mobil ke penjaga kos tersebut.

“Dia ada di kos dan menitipkan mobilnya,” kata Parwoto, penjaga kos saat ditemui wartawan siang tadi.

Dokter itu pergi tanpa pamit entah ke mana. Dia hanya berjalan kaki dengan mengenakan pakaian baju batik biru keungu-unguan, celana panjang warna hitam, serta memakai kerudung. Setelah itu, dokter itu menghilang karena ponselnya sulit dihubungi.

Beberapa teman-temannya berusaha mencari saat itu juga. Begitu juga dengan pihak keluarga yang mendapat informasi dari rekan-rekan dokter tersebut. Pihak keluarga mengadukan ke Mapolsek Mlati. Polisi bersama pihak keluarga melacak sinyal handpohne dokter tersebut.

Sekira pukul 17.00 WIB, handphone dokter itu berada di Temanggung, Jawa Tengah. Saat dicek, ternyata tempat tersebut merupakan kosan yang dihuni bidan.

Beberapa penghuni kos juga merasa tidak melihat dokter Aini di tempat itu. Pihak keluarga bahkan sempat berada di rumah kos tersebut hingga hari berikutnya, Kamis 5 Januari, tapi tidak ada dokter Aini yang dicari.

Saat berusaha mencari, pihak keluarga justru mendapat pesan singkat dari handphone dokter Aini. Dokter ini berpesan agar pihak keluarga tidak usah mencarinya tanpa alasan yang jelas.

Polisi bersama pihak keluarga berusaha menemukan dokter ini. Handphone yang dipergunakan untuk mengirim pesab dilacak, ternyata sudah berada di Gorontalo.

Lokasinya di rumah keluarga Zainuddin, setelah didatangi oleh anggota kepolisian di Gorontalo, keluarga Zainuddin juga menyatakan tidak pernah lihat dokter tersebut.

Masyarakat luas yang mengetahui keberadaan dokter ini diharapkan segera memberitahukan pihak kepolisian setempat. Dokter Aini kelahiran Bogor 15 Juni 1987. Ciri-cirinya memiliki tinggi badan 155 cm, berat badan sekitar 66, kulit sawo matang, dan rambut panjang. (dtc)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan