PERIKSA: Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi usai diperiksa KPK. (ist)

Jakarta|duta.co- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan dua tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Kedua tersangka tersebut yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin.
“Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romahurmuziy),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Jumat (29/3).
KPK sebelumnya menyatakan telah mengantongi bukti-bukti aliran dana suap yang diterima oleh mantan Ketua Umum PPP itu dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Diduga aliran dana suap ke Romi, terkait suap jual beli jabatan di Kemenag.
KPK sendiri telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.
Terpisah tertangkapnya Romahurmuzy, mantan Ketua Umum DPP PPP oleh KPK di Surabaya beberapa hari lalu, ternyata menyeret lembaga kementerian agama (Kemenag). Sebab, Romy yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Hotel Bumi Surabaya diduga kuat terlibat dalam proses promosi jabatan kemenag di sejumlah daerah. Apalagi yang ikut tertangkap bersama Romy adalah Haris Hasanuddin ( Kepala Kemenag Provinsi Jatim) dan Muhammad Muafaq Wirahadi ( Kepala Kemenag Kabupaten Gresik).
Atas fenemona tersebut banyak kalangan mendesak agar jabatan menteri agama (Menag) diisi oleh orang profesional bukan orang partai. Alasannya agar Kemenag bisa mandiri tidak dipengaruhi oleh elite parpol yang menempatkan kadernya di kementerian.
“Saya mendukung sekali kalau jabatan Menag diisu oleh oleh profesional bukan orang partai,” tegas Ahmad Arizal, Ketua DPW Barisan Kader (Barikad) Gus Dur Jatim Jumat (29/3), kemarin.
Menurutnya, orang profesional yang membela kepentingan rakyat sesuai dengan visi, misi yang selalu diajarakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Ahmad sendiri mengaku prahatin dengan tertangkapnya Romy yang akhrinya menyeret institusi Kemanag. Menurutnya hal itu menandakan seorang ketua partai bisa mempengaruhi menteri yang notabene kader partai untuk memuluskan upaya jual beli jabatan seperti dalam kasus yang dilakukan Romy.
Terpisah Wakil Pengasuh Ponpes Darul Aitam Wali Songo Kwanyar, Bangkalan, Madura Drs KH Surham Abdurrahim menyambut hangat desakan agar menag diisi orang profesional. “Sudah saatnya menteri agama itu bukan orang partai, sebab walaupun mengurusi soal agama ternyata juga kerap tersandung masalah korupsi,” tegasnya, Jumat (29/3).
Menurutnya tidak sedikit kalangan profesional yang mumpuni dengan kualifikasi akademik yang bisa membawa Kemenag menjadi lembaga yang bersih bebas dari praktik suap dan korupsi.
Sementara itu menurut berbagai sumber di Jakarta, beberapa kalangan profesional yang layak dipromosikan sebagai menag antara lain adalah Dr H Harun Al Rasyid SH, MHum CFE.
Pria kelahiran Bangkalan ini menyelesaikan program doktornya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2015 dalam konsentrasi Hukum Pidana Islam. Saat ini Harun Al Rasyid aktif menjadi penyidik utama KPK. Dalam perjalanan di KPK sejumlah kasus besar ditangani termasuk diantaranya membongkar kasus haji. (mha.ant)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.