Machfud Arifin (kiri). FT/SUUD

SURABAYA | duta.co – Jelang masa kampanye terbuka pemilihan presiden dan wakil presiden 2019, Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin Jawa Timur mulai melakukan persiapan maping lokasi yang dianggap paling tepat untuk kampanye akbar. Kampanye terbuka diharapkan bisa mendongkrak perolehan suara pasangan nomor urut 01 di Jatim.

Ketua TKD Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan perolehan suara pasangan nomor 01 Jokowi-Ma’ruf  Amin di Jawa Timur agar bisa menang tebal.

“Pada tahun 2014 lalu kita kalah di Bangkalan hanya 20 persen. Sampang juga kalah, hanya 28 persen tapi sekarang beda karena kinerja Jokowi. Makanya kita akan lebih menfokuskan wilayah Madura, Pantura dan Tapal Kuda,” jelas Machfud Arifin Jumat (8/3/2019).

Diakui Machfud, pada Pilpres sebelumnya, Jokowi kalah di 14 daerah di Jatim dan menang di 24 daerah, padahal saat itu Jokowi belum berbuat apa-apa.

“Sekarang Jokowi sudah memberikan kontribusi nyata seperti membangun tol Ngawi dan Mataraman telah memberikan manfaat. Hasilnya pasti berbalik nantinya, pemilih cerdas dan berpikir positif pasti melihat kinerja Jokowi. Mereka ingin kelanjutan pembangunan tol seperti Mojokerto, Probolinggo dan Pasuruan,” dalihnya.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan para  relawan di tiap-tiap wilayah yang selama ini masih rendah untuk terus mengejot perolehan suara agar optimal. Tapi ada beberapa hal yang dikuatirkan Machmud Arifin bahwa sekarang ada kendala tak terduga karena saudara-saudara kita seperti di Ngawi, Ponorogo dan Madiun tengah terkena bencana banjir.

“Saya kuatir saat pencoblosan terjadi banjir dan diulang kembali, ini akan sangat melelahkan dan tindak kecurangan akan terindikasi,” tambah mantan Kapolda Jatim ini.

Tak Percaya Survei Eep

Selain itu Ketua TKD Jatim juga cukup prihatin akan serangan-serangan hoax terhadap Jokowi mulai isu PKI sampai menyerang keluarganya hingga bencana banjir dikait-kaitkan dengan Jokowi.

“Akhir-akhir ini semakin kuat, tidak hanya pada Jokowi tapi juga ke KPU dan polisi juga kena fitnah. Ini terlihat adanya kepanikan pada pihak sebelah,” ungkap Machfud Arifin.

Disinggung soal lokasi kampanye terbuka Jokowi-Ma’ruf di Jatim, kata Machfud direncanakan sebanyak tiga kali. Namun soal lokasi masih dikoordinasikan dengan TKN dan KPU Jatim. Berdasarkan maping, titik-titik unggulan untuk kampanye terbuka di Jatim adalah wilayah Madura, Tapal Kuda, Mataraman dan tentunya Surabaya.

“Tim TKD Jatim mencoba terus fokus pada daerah-daerah yang di tahun 2014 Jokowi kalah seperti di  Pacitan karena waktu itu menjadi basis pemilih SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” jelas Machfud Arifin.

Sementara menanggapi hasil survei Polmark Indonesia yang menyatakan tingkat elektabilitas calon petahana masih di bawah 50 persen. Dengan lugas Machfud mengatakan bahwa hal itu wajar karena lembaga survei milik Eep Saefulloh Fatah itu lebih condong ke pihak lawan.

“Tidak apa-apa, tahu sendiri khan siapa Eep Saifulloh, dia khan lebih condong ke pasangan Prabowo-Sandiaga. Yang penting prakteknya, justru itu akan menjadi penyemangat TKD dan relawan untuk memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” pungkasnya. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.