
SIDOARJO | duta.co – Kalau tidak ada aral melintang, insyaAllah Pendaftaran Perangkat Desa (P2D) dibuka besok, Senin 2 Juni 20025, ditutup 18 Juni 2025. Pendaftaran harus dibuka Senin sampai Sabtu demi bakal calon yang padat jadwal kerjanya.
“Tadinya kita usul pendaftaran Senin sampai Jumat, Sabtu-Minggu libur. Ternyata Kecamatan minta dibuka penuh sepekan, kecuali hari libur, Minggu,” demikian disampaikan Anggara Pribadi, Sekretaris Panitia Pengangkatan Kasun Sidorenggo, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian kepada duta.co, Minggu (1/6/25).
Menurut Mas Angga, panggilan akrabnya, panitia yang berjumlah 7 orang akan bekerja maksimal, termasuk verifikasi dokumen bakal calon. “Ada syarat. Bakal calon harus WNI. Berusia antara 20 – 42 tahun. Atau minimal umur 20 tahun pada saat tanggal pendaftaran dibuka, maksimal umur 42 pada saat masa tanggal pendaftaran ditutup,” tegasnya.
Bakal calon, katanya, tidak harus tamat S1. “Soal pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Ini tadinya kita ajukan cukup dilegalisir dan ditunjukkan ijazah (asli) SLTA-nya saja. Tetapi, keepakatan bersama, selain legalisir seluruh jenjang ijazah, harus ditunjukkan aslinya. Dan bakal calon bisa datang ke kantor Panitia (di Balai Desa) untuk memperoleh daftar persyaratan dan ketentuannya, ” tambahnya.
Sementara, Mokhammad Kaiyis, Ketua Panitia Pengangkatan Perangkat (Kepala Dusun Sidorenggo), mengapresiasi semangat warga yang ingin terlibat dalam pembangunan desa. Meski didera OTT (Operasi Tangkap Tangan) terkait dugaan jual beli jabatan, tetapi, semua itu tidak mengendorkan semangat untuk menata dusun lebih lebik.
“Isu paling seksi seputar P2D adalah jaul beli jabatan. Tetapi, sulit diendus. Di mana praktek kotor berlangsung? Maka, perlu diapresiasi OTT yang dilakukan tim Saber Pungli Polresta Sidoarjo. Melihat kelulusan bukan domain panitia P2D, tampaknya ada jaringan yang bisa mengotori proses tersebut,” tegasnya.
Seperti diberitakan portal kanalindonesia.com, Kabupaten Sidoarjo dihebohkan dengan OTT oknum kepala desa yang diduga melakukan praktik jual beli jabatan. Aksi itu terjadi di momen P2D serentak yang bakal digelar di Kecamatan Tulangan. Kabaranya, di kecamaytan ini yang melakukan P2D ada 10 desa. Yaitu Desa Medalem, Sudimoro, Kepatihan, Kepadangan, Kemantren, Kepunten, Grabagan, Kebaron, Janti, dan Kepuh kemiri.
Polisi mengamankan barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah yang diduga akan digunakan untuk menyuap Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim. Selain sejumlah uang, Polisi juga mengamankan SY yang bertindak sebagai makelar (penghubung,red) ke petugas seleksi P2D. Informasi juga beredar, bahwa polisi juga mengamankan dua oknum Kepala Desa.
Ketua Umum JCW (Java Corruption Watch) Sigit Imam Basuki ST, memuji kinerja korp seragam coklat yang bermarkas di Sidoarjo ini. “Kami mengapresiasi Tim Saber Pungli Polresta Sidoarjo yang dapat mengungkap dugaan kasus suap di lingkungan pemerintah desa. Semoga polisi bisa mengungkap aktornya,” ungkap Sigit.
Terlepas dari dugaan jual beli jabatan tersebut, Mokhammad Kaiyis berharap seluruh bakal calon menyiapkan diri sebaik mungkin. Yang menentukan kelulusan adalah kemampuan. Sementara yang diujikan seputar Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan Kemampuan Bidang Perangkat Desa.
“Nilainya langsung keluar dan teranking. Melihat sistem ini, mestinya tidak ada celah untuk jual beli. Tetapi, kalau masih ada, itulah hebatnya kebathilan. Semua kembali kepada kita,” pungkas Ketua RW-10 Perum Graha Permata, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian tersebut.. (mky)





































