KAJEN | duta.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin Maemoen terjatuh saat melakukan pengecekan sarana prasana Pelatihan Pertolongan Pertama dan Evakuasi bencana di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan. Sontak hal itu membuat para relawan dan seluruh tamu undangan panik.

Peristiwa itu terjadi usai Taj Yasin memberikan sambutan sekaligus membuka. Gus Yasin sapaan akrabnya langsung berjalan mengecek peralatan yang ada di depan peserta. Namun saat memegang Tandu Spintal tiba tiba Gus Yasin jatuh. Secara reflek, para relawan berusaha memberikan pertolongan. Namun bukannya merasa sakit, Gus Yasin usai jatuh malah bertepuk tangan, “Nggak papa, nggak papa” kata Gus Yasin sembari tepuk tangan dan ketawa.

Gus Yasin yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah mengaku sengaja jatuh saat pengecekan sarpras. Dia pun mengaku senang karena ternyata relawan dengan sigap langsung memberikan pertolongan.

“Saya senang, bahkan tadi sebelum pelatihan sudah muncul siaga dari relawan. Tadi saya pura pura jatuh ternyata langsung siaga semua, artinya mereka sebenarnya sudah memiliki jiwa menolong kepada masyarakat,” akunya.

“Untuk itu saya berharap ini pelatihan bukan hanya untuk dirinya mereka masing masing, akan tetapi dikonsep, ditularkan kepada masyarakat yang ada di setempat,” terang Gus Yasin yang juga Ketua Panglima Santri Gayeng Nusantara.

Sebagai informasi, pelatihan tersebut tidak hanya internal PMI tapi juga diikuti perwakilan berbagai organisasi. Antara lain Santri Gayeng Nusantara (SGN), BPBD, MDMC, KOKAM, Ubaloka, Elang Pendowo, Pemuda Pancasila, Banser, LPBINU, Tagana, Pramuka dan Satgas Peduli.

Pengurus PMI Jateng, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan, dan Wakil Bupati Pekalongan juga hadir menyaksikan latihan ikut panen perdana Eco Enzyme. Sebuah cairan organik pengganti semprotan disinfektan kimia. Eco enzime merupakan disinfektan alami serbaguna. Bahkan bisa digunakan sebagai pembersih porselen, sabun mandi, sampo, pasta gigi dengan takaran tertentu.

“Ini ada perwakilan organisasi organisasi, bahkan tadi yang menarik ada Santri Gayeng dari pondok pesantren kita ajak untuk tanggap bencana. Karena Kabupaten Pekalongan ini adalah daerah dari Laut sampai dengan pegunungan,” katanya.

Menurutnya, pegunungan ada peta rawan bencana longsor, di pesisir laut ada rob. Untuk itu dalam penanganan persoalan tersebut harus adanya pelatihan simulasi bencana sehingga mereka tanggap saat terjadi bencana.

Terkait dengan sarana dan prasarana, Gus Yasin mengaku sudah bagus semua. Karena itu ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang telah menghibahkan kantornya sehingga PMI lebih bisa serius lagi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

Sementara, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Arini Harimurti mengakui bahwa pelatihan tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk siaga bencana. Sebab Kabupaten Pekalongan merupakan daerah rawan bencana.

“Semoga melalui pelatihan pertolongan pertama dan evakuasi ini bisa mengantisipasi adanya korban,” katanya.

Sementara Ketua Santri Gayeng Kabupaten Pekalongan Dr KH Sabilah Rozak menambahkan pihaknya sengaja mengikutkan anggota untuk ikut bergabung dalam pelatihan penanganan bencana untuk meminimalisir korban, atau setidaknya menghindari kondisi parah.

“Mudah mudahan dengan mengikuti pelatihan Siaga Bencana ini, perwakilan Santri Gayeng bisa turut serta dalam mempercepat penanganan bencana sebelum ada korban, ” harapnya. (rif)

Wakil Gubernur sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah, H Taj Yasin Maimoen saat melakukan adegan jatuh saat mengecek sarana dan prasarana dalam simulasi bencana di Markas PMI Kabupaten Pekalongan (dok)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry