
SIDOARJO | duta.co — Tradisi turun-temurun Ruwah Desa (Ruwat Desa) kembali digelar Pemerintah Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo Kota, Sabtu (7/2/26). Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya leluhur sekaligus mempererat kerukunan, keguyuban, dan kebersamaan masyarakat.
Puluhan gunungan tumpeng hasil kreativitas warga dari masing-masing RT dan RW diarak menuju Kantor Desa Rangkah Kidul. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan keselamatan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan lomba tumpeng yang dihias beragam ornamen.
Tradisi Ruwah Desa ini turut dihadiri unsur Forkopimka Sidoarjo Kota, di antaranya Camat Sidoarjo Kota, Mokhamad Aziz Muslim, S.Sos., perwakilan Polsek Sidoarjo Kota, serta Danramil 0816/01 Sidoarjo Kota, Kapten Cke. Kamsuri.
Kepala Desa Rangkah Kidul, H. Warlheiyono, didampingi istri, Mieke Wahyuningtyas, S.ST., serta Sekretaris Desa, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga atas dukungan dan kebersamaan selama dirinya memimpin desa.
“Terima kasih atas dukungan seluruh warga. Apabila selama saya memimpin terdapat kekurangan, baik perbuatan maupun perkataan, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terus terang, saya sangat berat meninggalkan jabatan ini karena sudah terlanjur sayang dengan warga,” ujar Warlheiyono dengan suara bergetar dan tangis haru.
Ia juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan desa, di antaranya selesainya Gedung Serba Guna yang dapat dimanfaatkan warga secara gratis serta berdirinya Koperasi Merah Putih yang rampung pada 31 Januari 2026.

“Gedung Serba Guna ini milik warga. Kalau punya hajat bisa digunakan tanpa biaya sewa, hanya kebersihan dan keamanan yang ditanggung sendiri. Selain itu, Koperasi Merah Putih bukan untuk saya, melainkan untuk seluruh warga Rangkah Kidul,” jelasnya.
Tak hanya itu, Warlheiyono juga menyinggung perbaikan akses makam desa serta penataan makam leluhur Mbah Prani atau Mbah Dowo yang kini lebih nyaman dikunjungi warga.
Suasana haru pecah ketika di akhir sambutannya. Warlheiyono secara spontan memanggil para janda warga Desa Rangkah Kidul ke depan untuk menerima santunan.
“Ini ada sedikit rezeki dari saya. Mohon doanya agar kelak saya selalu diberi kesehatan dan kelancaran. Siapapun nanti yang terpilih menjadi kepala desa, tetap saya dukung demi Rangkah Kidul,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Sidoarjo Kota, Mokhamad Aziz Muslim, S.Sos., mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan warga Rangkah Kidul dalam melestarikan tradisi budaya.
“Alhamdulillah, kegiatan Ruwah Desa ini penuh hikmah. Saya bangga melihat kekompakan warga yang sangat terasa berbeda dan semakin solid. Yang terpenting tetap rukun dan menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, bahwa Ruwah Desa memiliki makna penting, yakni sebagai bentuk rasa syukur, pelestarian budaya, serta sarana mempererat silaturahmi. Camat Aziz turut menyampaikan bahwa pada 24 Mei mendatang akan digelar Pilkades serentak, termasuk di Desa Rangkah Kidul.

Terpisah, Danramil 0816/01 Sidoarjo Kota, Kapten Cke. Kamsuri, menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata keguyuban masyarakat.
“Ini contoh nyata warga yang guyup rukun dan tetap melestarikan budaya. Harapannya, siapapun nanti kepala desa terpilih, dapat mengemban amanah dan menjaga kondusivitas wilayah,” katanya.
Hal senada disampaikan Suparman (70), warga RT 4 RW 1. Ia mengapresiasi kepemimpinan Kepala Desa Rangkah Kidul selama ini.
“Sae (bagus), Pak Lurah niki selama memimpin. Siapa pun nanti yang terpilih, semoga bisa lebih baik dan amanah untuk masyarakat,” pungkasnya. (loe)





































