Uke Maharani Dewi, SST, MKes – Dosen Prodi DIII Kebidanan FKK

MENURUT World Health Organization (WHO), prosentase stunting di Indonesia masih termasuk katagori sangat tinggi. Standar WHO angka stunting kategori tinggi 20 sampai kurang dari 30 persen, dan lebih dari atau sama dengan 30 persen untuk kategori sangat tinggi.

Angka stunting di Indonesia adalah 30,8 persen sesuai data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Penyebab stunting seperti mata rantai yang tak berujung. Jika ingin mengatasi stunting, maka perbaiki dulu gizi ibu hamil.

Ibu hamil yang kurang gizi bisa jadi salah satunya merupakan imbas dari jeleknya gizi saat masih remaja atau kurang terpenuhinya nutrisi saat masa kehamilan dan bahkan mungkin karena penyakit yang menyertai saat kehamilan.

Kurangnya gizi sejak masa remaja belum tentu karena jauh dari akses nutrisi yang bergizi, akan tetapi gaya hidup yang dijalani sejak kecil, misalnya karena faktor pola asuh yang kurang baik khususnya dalam hal perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak yang terbawa hingga remaja dan dewasa.

Banyak ditemui anak cenderung lebih suka memilih makan dengan nasi dan krupuk saja dibanding dengan sayur/ikan.

 Orang tua lebih memilih menuruti kebiasaan anak daripada akhirnya tidak mau makan, rewel dan membuat pekerjaan lain tidak selesai karena menenangkan anak yang rewel. Jadi, bukan karena orang tua tidak teredukasi tentang nutrisi yang baik untuk anak.

Strategi dalam mengatasi stunting yang berbasis pada praktik pemenuhan nutrisi yang baik sejak lahir sebenarnya telah menjadi program pemerintah dan telah disosialisasikan.

Program – program tersebut diantaranya adalah dengan penerapan inisiasi menyusu dini (IMD), menyusui eksklusif sampai dengan 6 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sampai dengan dua  tahun.

Sayangnya, program – program baik ini sering tidak terlaksana dengan maksimal. Berbagai kendala yang harusnya dapat diatasi sejak awal tidak segera mendapat perhatian sehingga menumpuk, meluas dan sulit diselesaikan.

Semoga penerapan strategi pendekatan keluarga yang saat ini tengah digalakkan dalam mencapai Indonesia sehat dapat dijalankan dengan maksimal, sehingga kendala yang dihadapi oleh tiap keluarga dapat tersampaikan dan mendapat penyelesaian. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.