PONTIANAK | duta.co – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan yang berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2024, perusahaan telah mengimplementasikan ribuan program pemberdayaan yang difokuskan pada tiga pilar utama sesuai Peraturan Menteri BUMN, yaitu Pendidikan, Lingkungan, dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK).

Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum yang dipercaya sebagai Komisaris Independen PT PLN, menjelaskan saat menyampaikan Studium Generale di kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Senin 13/07/2026.

Kegiatan dihadiri Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, M.Ag, Rektor UPGRI Pontianak Dr. Muhammad Firdaus, M.Pd yang juga Ketua ISNU Kalbar, GM PLN UID Kalbar Maria G.I. Gunawan, Walikota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT, tamu undangan dan mahasiswa dan civitas akademika UNU Kalbar.

Menurut Cak Ali, bahwa dalam program TJSL, PLN bukan hanya memberikan bantuan melainkan dirancang sebagai strategi pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Program TJSL PLN tidak hanya sekadar memberikan bantuan, melainkan dirancang sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Prinsip utama dari program ini adalah menciptakan kemandirian, di mana masyarakat berpartisipasi aktif sehingga program dapat terus berjalan dengan dampak jangka panjang tanpa ketergantungan bantuan lanjutan,” jelasnya.

Cak Ali sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa program PLN dirancang berdasarkan hasil social mapping untuk mengukur potensi dan jejaring kerjasama.

“Dalam pelaksanaannya, PLN merancang program berdasarkan social mapping untuk mengukur potensi dan kebutuhan, serta menerapkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, badan usaha, akademisi, dan media. Seluruh program ini dievaluasi secara berkala dan diawasi melalui audit internal maupun eksternal untuk memastikan akuntabilitas serta dampak yang terukur,” tuturnya.

Ali Masykur Musa memaparkan beberapa capaian luar biasa dari tiga pilar prioritas TJSL PLN selama tahun 2024:

“Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor UMKPada pilar pengembangan UMK, PLN berfokus pada usaha bersama kelompok atau komunitas alih-alih usaha perorangan. Sepanjang 2024, terdapat 503 program pengembangan UMK yang telah dilaksanakan.

Program tersebut meliputi Electrifying Agriculture, Electrifying Marine, pemberdayaan kawasan wisata, pemberdayaan perempuan, hingga dukungan bagi kaum rentan disabilitas. Dampak ekonomi yang dihasilkan dari program ini sangat signifikan:Melibatkan partisipasi dari 20.648 UMK. Berhasil menyerap sebanyak 18.373 tenaga kerja. Menghasilkan potensi omzet hingga mencapai 24,35 Miliar. Memberikan manfaat langsung kepada 66.651 penerima manfaat. Membantu pengembangan 15 desa wisata dan memfasilitasi 70 UMK untuk naik kelas,” paparnya.

Lebih lanjut Cak Ali juga menyampaikan keberhasilan program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Komitmen pelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab kelestarian alam dan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), PLN telah menjalankan 341 program di bidang lingkungan. Fokus utama program ini meliputi pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), co-firing biomass, energi terbarukan, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.

Capaian nyata di bidang pelestarian lingkungan meliputi: Sukses melakukan penanaman sebanyak 585.195 pohon. Berhasil mengolah 172 ton sampah dan 11 ton FABA. Membangun fasilitas air bersih di 158 titik. Total penerima manfaat dari seluruh program lingkungan ini mencapai 131.515 orang,” katanya.

Ia juga menguraikan keberhasilan dalam mencetak SDM unggul melalui pendidikan. “Mencetak SDM Unggul Melalui Pendidikan Dalam upaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan mudah beradaptasi, PLN merealisasikan 246 program pendidikan. Bentuk inisiatifnya sangat beragam, mulai dari sertifikasi, beasiswa kejar paket, sekolah vokasi, hingga pendidikan konversi kendaraan listrik,” urainya.

Cak Ali juga memungkasi paparan mengenai realisasi program pendidikan PLN di tahun 2024 mencakup pelatihan, beasiswa, penyediaan sarana prasarana pendidikan, dan konversi kendaraan listrik.

“PLN telah memberikan pelatihan kepada 9.375 peserta dan menyalurkan 247 beasiswa pendidikan. Membantu pembangunan dan penyediaan 1.826 sarana dan prasarana pendidikan. Memfasilitasi 458 motor yang terkonversi menjadi kendaraan listrik. Jadi, secara keseluruhan, program pendidikan ini telah menjangkau 58.068 penerima manfaat,” pungkas Ketua ISNU periode lalu.(*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry