Para atlet basket kampus berlaga di ajang Campus League Basketball Regional Surabaya minggu lalu. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Menjadi student athlete (atlet pelajar atau mahasiswa) bisa menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) di sebuah perusahan ternama. Karena didikan atlet, mental seorang atlet banyak dicari perusahaan terkemuka.

Ryan Gozali, CEO Campus League mengatakan dari data yang ada, hanya 3-5 persen student athlete yang menjadi atlet profesional. Namun bukan berarti sisanya tidak bisa berprestasi.

“Percaya atau tidak, 30 persen CEO dari perusahaan Fortune 500 adalah mantan student athlete. Dan 68 persen eksekutif di luar perusahaan Fortune 500 juga memiliki latar belakang sebagai atlet pelajar.

​Hal ini menunjukkan bahwa menjadi student athlete membentuk manusia unggulan karena mereka terbiasa membagi waktu secara penuh antara studi dan olahraga, dibandingkan full time student atau full time athlete,” jelasnya saat final Campus League Basketball Regional Surabaya di GOR Basket Unesa, minggu lalu.

Ryan menyoroti seorang student athlete bisa berkarir di bidang apapun secara profesional. Karena itu membentuk dan menciptakan student athlete itu sangatlah penting. Caranya dengan memperbanyak kompetisi cabang olahraga yang melibatkan banyak student athlete.

“Campus League Basketball ini adalah awal untuk nantinya kami akan menggelar cabang olahraga lain di berbagai kota di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes. selaku Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya menambahkan seorang student athlete memiliki hard skill dan soft skill yang bersamaan.

Mereka memiliki kedisiplinan dalam mengatur waktu dan kerja sama tim. Hal itu bisa menjadi modal utama dalam dunia kerja, baik sebagai pengusaha, manajer, PNS, maupun tenaga medis.

“Di olahraga, sportivitas itu dijunjung tinggi. Bekal itulah yang bisa membawa student athlete itu memiliki jiwa sportivitas yang disukai perusahaan,” katanya.

Ryan sendiri merasa senang dengan  tingginya antusias student athlete di Jawa Timur khususnya Surabaya untuk mengikuti Campus League.

Kami lakukan integrasi Wilayah di mana peserta dari Surabaya digabungkan dengan tim dari Indonesia Timur untuk meningkatkan level kompetisi dan memberikan tantangan lebih bagi tim-tim lokal,” tutur Ryan.

Karena itu ke depan Ryan berharap Campus League bisa terus mengisi kekosongan kompetisi dan menjadi pondasi bagi mahasiswa untuk sukses di posisi apa pun di masa depan. Karena Campus League bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan wadah pembentukan karakter dan pondasi bagi mahasiswa untuk sukses di posisi apa pun di masa depan. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry