PENUHI: Ketua DPC Partai Gerindra Gresik dr Aslachul Alif Masluchan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dan SK Kepengurusan didampingi pengurus yang lain seusai verfikasi faktual oleh KPUD Gresik. Duta/Much Shopii

GRESIK | duta.co –  Partai politik (parpol) yang sudah mapan dan tergolong besar di Kabupaten Gresik, ternyata kantornya masih menyewa atau kontrak. Bukti salinan kontrak kantor tersebut diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gresik ketika melakukan verifikasi fàktual ke kantor DPC Partai Gerindra Gresik yang terletak di  Komplek Ruko Green Garden Blok A 1 No 46 Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas, Rabu (31/1/2018).

“Ada bukti kontrak kantor dan keterangan domisili dari desa. Semua kita berikan ke KPUD Gresik yang melakukan verifikasi faktual,”ujar Ketua DPC Partai Gerindra Gresik dr Aslachul Alif Masluchan didampingi pengurus yang lain seusai verfikasi faktual.

Dijelaskan, kantor 2 lantai yang digunakan oleh DPC Gerindra Gresik merupakan milik pribadinya.  Sehingga dibuatkan kontrak sampai tahun 2022 antara dr Aslachul Alif Masluchan dengan DPCPartai Gerindra Gresik.

“Ketika kami melakukan pendaftaran ke KPUD Gresik, alamat kantor disini. Makanya, KPUD Gresik melakukan verifikasi faktual disini,”cetusnya.

Direktur RS Fatma Medika itu menegaskan, peluang kantor DPC Partai Gerindra Gresik akan menjadi aset permanen bagi partai berlambang kepala Garuda, sangat besar. Sehingga, statusnya tidak sewa atau kontrak lagi.

“Nanti kalau merekomdasi saya (calon bupati Gresik di Pilkada 2021) ,”katanya serius sambil tertawa.

Hasil verifikasi faktual di DPC Gerindra yang dilakukan langsung oleh Ketua KPUD Gresik Ahmad Roni, berjalan mulus. Dan semua persyaratan telah terpenuhi sebagai peserta Pemilu 2019.

Ternyata bukan hanya Partai Gerindra yang kontrak kantor, DPC Pàrtai Demokrat (PD)  Gresik  juga menyewa kantor di Komplek Ruko Green Garden Blok A 1 No 14 Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas.

“Statusnya memang kontrak sampai 2022. Karena aturannya harus 5 tahun,”ujar Ketua DPC Partai Demokrat Gresik H Eddy Santoso ST.

Namun, ketua Komisi 1 DPRD Gresik tersebut enggan menjelaskan pemilik ruko yang dikontrak  tersebut.

“Yang pasti kita kontrak. Toh sebentar lagi juga jadi milik DPP (Partai Demokrat),”cetusnya. Sekretaris DPC Partai Demokrat Gresik, Supriyanto mengaku kalau kantor DPC Partai Demokrat Gresik statusnya kontrak kepada Wakil Bupati (Wabup) Moh Qosim. Sebab, ruko tersebut masih atas nama pemilik Wabup Moh Qosim yang juga ketua DPC PKB Gresik. “Memang ruko masih atas nama Wabup Moh Qosim,” tegasnya.

Dalam verifikasi faktual yang dilaksanakan KPUD Gresik, semua persyaratan telah terpenuhi oleh DPC Partai Demokrat Gresik. Mulai kepengurusan, keterwakilan perempuan hingga keanggotaan.

Sementara itu,  KPUD Gresik juga melakukan verifikasi faktual DPC PKB Gresik yang terletak di Ruko Pasar Ikan Modèrn (PIM) di Jalan Raya Bunder Gresik- Lamongan. Hal ini sangat mengejutkan karena selama ini kantor DPC PKB Gresik berada di Jl RA Kartini.

Sekretaris DPC PKB Gresik. Imron Rosyadi mengaku kalau kantor yang terletak di Ruko PIM dengan pemegang hak guna Ketua DPC PKB Gresik Moh Qosim dari PT Lumbung Putra Kalimantan (LPK) yang bekerjasama BOT (built. Operation and take over) dengan Pemkab Gresik.

“Status kantor dari KPUD Gresik dalam verifikasi faktual dinyatakan memenuhi syarat. Kantor ini mulai 2017 sampai 2044. Status hak pakai dari ketua DPC PKB Gresik,” pungkasnya. pii

Tinggalkan Balasan