Luluk Khoiriyah, SE., MSA
Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
KETIDAKPASTIAN ekonomi menjadi tantangan yang semakin dekat dengan kehidupan keluarga. Kenaikan harga kebutuhan pokok, perubahan kondisi pekerjaan, pendapatan yang tidak selalu stabil, hingga munculnya kebutuhan mendadak dapat memengaruhi keseimbangan keuangan rumah tangga.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan keluarga untuk mengelola keuangan secara bijak tidak lagi sekadar menjadi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan penting untuk menjaga kesejahteraan keluarga.

Sayangnya, realita di lapangan menunjukkan masih banyak keluarga yang terjebak dalam pengelolaan keuangan spontan dan tidak terencana. Kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus menekan daya beli, dipadu maraknya gaya hidup modern dan kemudahan belanja online di era digital, sering kali memicu keputusan impulsif.

Banyak pengelola keuangan keluarga khususnya ibu rumah tangga: 1). Belum terbiasa membuat anggaran rumah tangga, 2). Rendahnya kesadaran pentingnya dana darurat, 3). Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan utang yang sehat, 4). Belum memiliki strategi menghadapi krisis keuangan, 5). Literasi investasi dan tabungan masih terbatas. Akibatnya, timbul kesulitan dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan, minimnya cadangan dana darurat, hingga jebakan utang konsumtif dan pinjaman yang memperburuk kondisi ekonomi keluarga.

Ibu memiliki peran strategis dalam kehidupan ekonomi rumah tangga. Dalam banyak keluarga, ibu tidak hanya berperan dalam mengatur kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menentukan prioritas pengeluaran, mengelola tabungan, serta menghadapi berbagai kebutuhan yang muncul secara tidak terduga. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas ibu dalam pengelolaan keuangan diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga.

Ketahanan keuangan (financial resilience) adalah kemampuan keluarga untuk: 1). Mengelola penghasilan dan pengeluaran secara efektif, 2). Secara bertahap pulih ketika menghadapi guncangan ekonomi, 3). Memiliki cadangan keuangan, 4). Pulih kembali setelah mengalami kesulitan finansial. Dengan indikator ketahanan keluarga berupa: 1). Anggaran keluarga, 2). Tabungan, 3). Dana darurat, 4). Pengelolaan utang, 5). Perencanaan masa depan.

Kenapa harus resilien? Karena kelurga dapat menghadapi: 1). Kehilangan pekerjaan, 2). Penurunan pendapatan, 3). Kebutuhan mendadak, 4). Biaya Kesehatan, 5). Krisis ekonomi. Dengan memahami resilien, maka akan dapat: 1). Mengurangi stres keuangan, 2). Meningkatkan kesejahteraan keluarga, 3). Menjamin keberlangsungan kebutuhan pokok, 4). Meningkatkan kualitas hidup.

Berikut strategi mencapai ketahanan keuangan keluarga:
1). Menyusun anggaran keluarga: catat seluruh pendapatan dan pengeluaran, kelompokkan kebutuhan dan keinginan, tentukan prioritas, evaluasi setiap bulan.
2). Membangun dana darurat: menabung rutin, memisahkan rekening, menetapkan target bulanan.
3). Pengelolaan utang yang sehat: digunakan untuk modal usaha, investasi produktif, hindari pinjaman ilegal dan gaya hidup berlebihan.
4). Menabung dan investasi sederhana: menabung untuk tujuan jangka pendek dan mudah diakses. Investasi untuk tujuan jangka panjang dan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Ketahanan keuangan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pendapatan. Kemampuan mengelola sumber daya yang tersedia, mengendalikan pengeluaran, memiliki perencanaan, dan menyiapkan cadangan keuangan juga menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang lebih tangguh.

Melalui penguatan ketahanan keuangan keluarga, masyarakat tidak hanya didorong untuk mampu mengatasi persoalan keuangan saat ini, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Dengan perencanaan yang lebih baik, pengelolaan yang lebih disiplin, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, keluarga diharapkan dapat tumbuh menjadi lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.

Ketahanan ekonomi bangsa pada akhirnya dapat dimulai dari keluarga yang mampu mengelola keuangannya dengan bijak. Dari keluarga yang tangguh, akan tumbuh masyarakat yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian. *

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry