Oleh Mukhlas Syarkun

KEBIJAKAN Presiden Prabowo gabung paket Board of Peace (BoP) kelihatannya ingin mengulang strategi gaya militer, saat gagal berkali kali dalam kontestasi Pilpres, akhirnya mengubah strategi yaitu penyusupan.

Ia bergabung menjadi Menhan, otomatis kecaman tak terelakkan, khususnya dari para pendukung yang militan yang menilai Prabowo mengkhianati perjuangan.

Prabowo bergeming dan bahkan menyusup lebih dalam di jantung lawan. Dengan penyusupan itu maka tempat strategi lawan diketahui, logistic didapati, kekuatan lawan dapat dikalkulasi. Akhirnya, kini sukses menjadi Presiden NKRI.

Nampaknya kesuksesan strategi itu kini diulang. Ia paham hampir satu abad kemerdekaan Palestina tak kunjung datang, dan kekerasan, pengusiran menjadi pemandangan pilu keseharian, sampai pada tahap genosida yang menyayat nurani kemanusiaan.

Sebagai kepala negara Prabowo memegang mandat konstitusi “bebas aktif” dan karena begitu ia aktif menyuarakan perdamaian di forum dunia.

Prabowo telah mengingatkan adanya pelanggaran nilai kemanusiaan, dan dalam waktu bersamaan seruan perdamaian digelorakan, tepi hanya sekedar seruan.

Pintu masih tertutup, dunia tak berdaya, bantuan dihadang demontrasi diabaikan, suara lantang di PBB hanya jadi paduan suara yang sumbang.

Tiba tiba di balik pintu tertutup ada sedikit cela dan dari cela itu Prabowo dapat menyusup. Untuk mengetahui konspirasi aktor aktor global yang kini menjadi bagian dari genosid.

Modal penyusupan berupa komitmen bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan juga berbekal harapan agar kekerasan dapat diakhiri.

Apakah penyusupan akan berhasil atau kendas, atau justru terperangkap dalam konspirasi? Kita tunggu. Tulis di kolom komentar!

Mukhlas Syarkun
Jakarta 5/2/2026

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry