JAKARTA | duta.co – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri muhasabah akhir tahun di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Senin (31/12) malam. Sandi yang mengenakan baju koko berwarna putih dan peci hitam tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB didampingi oleh sang istri, Nur Asia Uno. Selanjutnya Selasa dini hari tadi, Capres Prabowo mengunjungi masjid tersebut untuk berdoa dan berdzikir bersama para jamaah.

Kedatangan Sandi langsung disambut para jamaah yang telah memenuhi masjid. Mereka berebut untuk berswafoto dengan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

“Ini menghadiri muhasabah refleksi akhir tahun dari teman-teman gerakan milenial Indonesia yang menyertakan bahwa akhir tahun ingin dihabiskan bukan dengan hura-hura tapi justru melakukan dzikir dan berdoa bagi bangsa kita, agar bangsa kita Insyaallah diselamatkan dari bencana, ini suatu kegiatan postif,” ujar Sandi di masjid tersebut.

Selain Sandi, tampak hadir tokoh pendidikan Arief Rachman dan Ustaz Ansufri Idrus Sambo. Acara muhasabah diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan kajian yang diisi oleh Ustaz Sambo, yang merupakan guru mengaji Al Quran capres Prabowo.

Momen Bertobat

Acara tahun baruan dengan memenuhi masjid digelar di mana-mana. Hampir di semua kota di Indonesia. Jalanan tampak sedikit lengang ketimbang tahun lalu yang dipadati para remaja yang konvoi keliling kota. Polisi menjaga ketat di jalanan menuju kota dan tempat keramaian. Yang menarik ada acara dzikir nasional yang diadakan Harian Republika, Senin (31/12) malam.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain mengatakan, dzikir nasional yang diadakan Harian Republika, Senin (31/12) malam menjadi starting point untuk kaum Muslim dan Muslimah bertobat.

“Dengan dzikir malam ini (Muslim dan Muslimah) bertobat dan besok menatap dunia baru,” katanya.

Menurutnya, Dzikir Nasional Festival Republik 2018 telah menjadi tren dan dilakukan di tempat-tempat lain. Ia menyebut momen dzikir seperti hari ini hanya dilakukan oleh orang yang berakal yang selalu mengingat Allah SWT. Tak hanya saat momen dzikir, ia menyebut Muslim yang saat duduk, berbaring, melakukan kegiatan apapun selalu berdzikir pada Allah SWT dan disangkutkan padaNya.

“Jadi semuanya disangkutkan dengan Allah SWT hingga ia mati. Kalau semua dikaitkan dengan Allah SWT maka Allah mengatakan kita adalah orang yang cerdas karena orang cerdas adalah yang memikirkan kejadian di langit dan bumi,” ujarnya.

Karena itu ia mengajak kaum Muslim dan Muslimah menjadi orang yang cerdas, ingat pada Allah SWT di pagi, siang, dan malam, hingga menghembuskan napas terakhir dengan ridho Allah SWT.

“Jadi di tahun baru jadilah insan yang selalu berdzikir pada Allah SWT. Selama 24 jam ingat Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, salah satu personil Nasyid Aleehya, Ari, yang turut mengisi kegiatan serupa di Yogyakarta mengatakan, pergantian tahun baru memang menjadi momen untuk diisi dengan berbagai kegiatan, terutama generasi milenial. Dengan Tabligh Akbar ini, dapat dijadikan suatu kegiatan positif dalam menyambut Tahun Baru 2019.

Untuk itu, ia mengajak perayaan pergantian Tahun baru dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Salah satunya melalui Tabligh Akbar.

“Jadikanlah acara ini untuk hal-hal yang bisa membuat generasi milenial mengisinya dengan doa dan harapan yang baik. Itu sebenarnya yang harus generasi muda lakukan dan kita generasi saat ini harus memberikan contoh,” kata Ari.

Aktor dan aktivis dakwah, Cholidi Asadil Alam, juga mengajak warga Indonesia untuk memanfaatkan momentum malam akhir tahun dengan berzikir sekaligus mendoakan bangsa Indonesia agar selamat dari segala bencana.

Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir terjadi beberapa bencana besar yang menimpa Tanah Air. Musibah gempa disertai tsunami di Lombok dan Palu, kecelakaan jatuhnya pesawat penumpang di perairan Karawang, hingga tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan Banten hingga Lampung Selatan dan longsor di Sukabumi.

Aktor yang memerankan tokoh Azzam dalam film Ketika Cinta Bertasbih pun mengapresiasi kegiatan positif saat melepas akhir tahun dengan menggelar ‘Dzikir Nasional Republika 2018’ di masjid At-tin, Jakarta Timur pada Senin (31/12) malam. (dt/rpk/hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.