Pemberian donasi kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru dari sivitas akademika Stikes Hang Tuah Surabaya. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hang Tuah ikut serta membantu meringankan beban para korban erupsi Gunung Semeru. Itu dilakukan dalam sebuah kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk ‘Berbakti Untuk Negeri Peduli Bencana Erupsi Semeru’.

Ketua Stikes Hang Tuah Surabaya, Dr AV Sri Suhardiningsih menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademikanya, “Selain menjadi bentuk solidaritas dan dukungan kepada para korban bencana erupsi gunung Semeru, penggalangan dana bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sosial,” ujarnya.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan Stikes Hang Tuah Surabaya khususnya pada masa tanggap gawat bencana. Yakni penggalangan donasi mulai 7 Desember 2021 bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencan Indonesia (HIPGABI) Jawa Timur.

Dana yang terkumpul didonasikan dalam bentuk sembako, obat-obatan, kasur, alas tikar, sesuai kebutuhan para pengungsi. Penggalangan donasi berikutnya pada 14 Desember 2021 bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) Jatim Peduli Semeru.

Selain melakukan penggalangan dana, civitas academika juga melakukan Pendidikan kesehatan bagi para pengungsi tentang personal hygiene di Balai Desa Penanggal Candipuro Lumajang. Hal ini dikarenakan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam keadaan darurat di pengungsian harus menjadi perhatian. Lingkungan yang tidak sehat menyebabkan kondisi para pengungsi menjadi rentan terhadap penyakit.

Bencana erupsi Gunung Semeru ini menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam bagi ribuan warga yang terdampak dan kini tinggal di lokasi pengungsian. Tidak hanya kehilangan harta benda dan rumah yang tertimun oleh lahar, tetapi juga kehilangan anggota keluarga yang meninggal. Rasa kehilangan dari dampak tersebut akan menimbulkan trauma psikologis yang terjadi dalam waktu yang lama.

Karena itu, diperlukan pendampingan psikologis bagi warga terdampak. Untuk itu para mahasiswa dan dosen ikut berpartisipasi aktif dalam pendampingan psikologis (trauma healing) kepada para pengungsi dengan berkerja sama Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) yang dilakukan pada 17 hingga 21 Desember 2021 di Posko pengungsian.

Trauma healing ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pengungsi. Perhatian atau dukungan sosial menjadi penting terutama ketika seseorang sedang mengalami keterpurukan atau masalah. “Harapannya, bantuan dan dukungan ini bisa menguatkan saudara-saudara di Lumajang dan semoga bencana ini cepat berlalu,” tukas Sri. eko/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry