PEREMPUAN: Caleg partai Nasdem Hj.Silkania Swarizona .S,IP yang fokus pada perempuan dan pemilih milenial. (duta.co/loehfi)

SIDOARJO | duta.co – Prihatin dengan paradigma masyarakat yang berpolitik praktis, yang kasih uang dipilih, menarik komentar salah satu caleg muda dari partai Nasdem Hj. Silkania Swarizona .S,IP.  Diakuinya, masih banyak yang  menerapkan pola dan konsep  obral janji  caleg menjelang coblosan.

“Caleg obral janji sudah menjadi  stigma masyarakat. Bisa jadi apa yang  mereka janjikan baik dan sudah seharusnya ditepati bilamana terpilih menjadi caleg.  Apa yang mereka janjikan pastinya ingin direalisasi semua, tapi kenyataannya tidak semudah itu,” jelas Hj. Silkania Swarizona .S,IP.

Menurut caleg yang berprofesi reporter TVRI di Jakarta tersebut menambahkan apalagi di  dapil punya banyak desa dan banyak kecamatan yang harus diprogramkan dan di jalankan. Bila tidak direalisasikan, bisa  jadi janji  palsu.

‘’Padahal sebenarnya saya yakin calon anggota dewan yang mencalonkan diri  tidak sekedar janji. Pinginnya pasti direalisasikan tapi mungkin ada hambatan sehingga tidak bisa direalisasikan,” papar Silka sapaan akrab caleg Dapil 2 dari Desa Ngampelsari Candi tersebut.

Menurut Sika ketika terjun ke lapangan dan masyarakat pihaknya  tidak mau memberikan janji yang muluk-muluk. Apa yang diinginkan masyarakat  pastinya tidak semua bisa dipenuhi, karena desanya banyak dan prioritasnya pun banyak.

“Jadi kalau dibilang jangan terlalu banyak janji dan masyarakat juga harus paham. Maksudnya ada hal-hal prioritas yang di jalankan dan kendala-kendala yang pasti ada,” tutupnya.

Sika menegaskan segmentasi dirinya ke pemilih pemula dan perempuan. Kebetulan saya fokus ke isu-isu perempuan. “Jadi pinginnya ketika jadi nanti kepentingan-kepentingan perempuan yang saya bawa. Sudah semestinya perempuan dan juga generasi milenial berperan dan berdaya,” tutupnya.

Suryanto Ketua LSM KOMNAS (Komuitas Nasionalis) menyoroti caleg yang sudah duduk di dewan umumnya yang vocal dan beda pendapat karena tidak dapat jatah proyek penunjukan lansung.(PL).

“Selain itu hanya mementingkan agenda kunjungan kerja (kunker) tanpa hasil positif untuk kemajuan dan pembangunan Sidoarjo. Satu lagi jika dalam paripurna beda pendapat itu bukan demi kepentingan rakyat,melainkan hanya karena kurangnya jatah pekerjaan proyek(PL),’tegasnya.

Suryanto menambahkan sebelum duduk di dewan para caleg harus benar-benar menepati janjinya mengingat banyak para caleg yang bukan dari kader partai. Sehingga kalau jadi hanya mementingkan pribadinya dan janji hanya sekedar janji. (loe)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.