
SURABAYA | duta.co – Miss Teen Icon International 2026 adalah sebuah ajang kontes kecantikan tingkat internasional untuk kalangan remaja (teen pageant). Berbeda dengan kenbanyakan ajang kontes kecantikan lain, jenis kontes kali ini tetap kontes kecantikan dan pemberdayaan remaja global yang berfokus pada kepemimpinan, budaya, dan beauty with purpose.
Untuk tahun 2026 ini, tuan rumah (Host Country) Indonesia akan digelar tanggal 7 – 14 November 2026 di Jakarta. Delegasi atau perwakilan remaja putri dari berbagai negara di dunia akan berkumpul di Indonesia untuk berkompetisi
Organisasi Miss Teen Icon International dikelola di bawah naungan perusahaan media dan penyelenggara Mediaload dengan Chairman Vichet In dan CEO: Siripriya Sirisawangwat. Untuk tingkat nasional di Indonesia, pemegang lisensi atau National Director-nya adalah Vino Assaad (CEO dari Miss Teen Beauty Indonesia / Krown Creative Enterprise), yang juga menaungi wakil Indonesia seperti Stephanie Thalia Go sebagai Miss Teen Icon International Indonesia 2026
Perwakilan Indonesia dalam ajang kecantikan internasional Miss Teen Icon International 2026 Stephanie Thalia Go siap melaju ke panggung dunia. Untuk itu Stephanie mengaku telah menjalani berbagai pelatihan intensif guna mempersiapkan ke kancah internasional tersebut.
“Mulai sesi catwalk bersama Coach Rajesh Ansyari dari Manohara Beauty Camp, pelatihan public speaking bersama Miss Richelle, hingga penyiapan busana rancangan desainer lokal, salah satunya karya Faith,” katanya saat pres conference di Kota Surabaya Minggu 1 Novemver 2026.
Stephanie mengatakan, saat ini ia masih dalam tahap finalisasi persiapan agar tampil sempurna di panggung internasional. Selain mempersiapkan diri untuk kompetisi utama, pelajar SMA Cita Hati Surabaya ini aktif menginisiasi program sosial bertajuk “Generasi Cerah Pelajar Indonesia”.
”Pastinya super deg-degan dan excited, karena selain bertemu teman-teman baru, saya juga harus memperjuangkan agar Indonesia bisa win the crown,” ujarnya.
Melalui program “Generasi Cerah Pelajar Indonesia” ini, perempuan berusia 17 tahun ini bersama timnya turun langsung mengajar ke 10 sekolah dan 5 panti asuhan, memberikan edukasi dasar mengenai kesehatan, termasuk isu krusial tentang kesehatan paru-paru.
Stephanie merasa terpanggil untuk mengedukasi anak-anak mengenai dampak buruk kebakaran hutan terhadap risiko ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), kerusakan lingkungan, serta ekosistem habitat alam. Di tengah situasi bencana kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah seperti Kalimantan
Dalam ajang internasional mendatang, Stephanie juga berencana membawa identitas budaya asli Indenesia yang kuat. Untuk itu representasi busana bertema hewan khas Bondowoso yang akan dipilih dalam national costum.
“Pilihan tersebut menyimbolkan kekuatan dan keberanian, sejalan dengan karakternya sebagai representasi perempuan asal Jawa Timur.”
Sebelum melangkah ke kancah internasional, rekam jejak prestasi Stephanie di tingkat regional juga patut diapresiasi, di antaranya pernah dinobatkan sebagai Putri Remaja Jawa Timur untuk kategori Inovasi dan Teknologi.
Dengan segudang persiapan dan kepedulian sosial yang tinggi, Stephanie optimistis mampu memberikan hasil terbaik dan membanggakan nama Indonesia di kancah global yakni meraih Miss Teen Icon International 2026. Imm








































