Oleh : Andreas Putro Ragil Santoso, S.S.T, M.Si

BAKTERI Staphylococcus aureus merupakan suatu bakteri yang yang berbentuk bulat (coccus) memiliki sifat pewarnaan gram positif yang menggerombol seperti anggur.

Bakteri Stap hylococcus aureus merupakan bakteri yang normal pada orang sehat yang hidup di tubuh manusia terutama di kulit dan saluran pernafasan. Namun keadaan tertentu bakteri yang bersifat normal dapat menyebabkan suatu penyakit bagi individu dengan beberapa keadaanya itu terdapatnya gangguan pada area bakteri normal di antaranya bakteri yang masuk dengan jumlah yang besar serta penurunan sistem imunitas tubuh.

Infeksi yang terjadiakibatStaphylococcus aureusdiantaranyabisul, ipertigo, selulitis, Staphylococcal scaled skin syndrome keracunan makanan hingga keracunan darah.

Gejala yang ditimbulkan tergantung dari infeksi yang ditimbulkan dan tempat yang diinfeksi. Misal infeksi sederhana pada kulit terjadinya bisul yaitu kumpulan nanah yang munculakibatkelenjarminyak pada area rambut yang menyebabkan area kulit menjadi merah dan bengkak sehingga menimbulkan nanah.

 Sedangkan gejala pada keracunan makanan di antaranya mual dan muntah, diare, dehidrasi, tekanan darah rendah, bakterimia. Sedangkan akibat keracunan darah oleh Staphylococcus aureusya itu tertuju pada organ tertentu seperti otak, jantung dan paru selanjunya gejala akan timbul di antaranya demam tinggi, mual muntah, muncul ruam di telapak tangan dan kaki, nyeri otot, sakit perut serta septic arthritis.

Pengobatan akibat infeksi Staphylococcus aureusdilakukan dengan antibiotic sederhana di antaranya penisilin atau amoxilin. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan keadaan beberapa jenis dari golongan Staphylococcus tidak bisa disembuhkan dengan beberapa antibiotic bahkan banyak antibiotik yang disebut dengan methicillin-resistant Staphylococcus aureusatau disebut dengan MRSA.

Jenis MRSA terdapat 2 macamyaitu Hospital acquired MRSA (HA-MRSA) yang terjadiakibatpenularanmelalui media atau di kawasanrumahsakit dan Community acquired MRSA (CA-MRSA) terjadi akibat kontak langsung pada suatu lingkungan yang telah terinfeski.

Diagnosis dilakukan untuk pemeriksaan atau menentukan adanya bakteri dalam sampel dilakukan dengan cara pemeriksaan di laboratorium dengan ditemukannya bakteri Staphylococcus aureus pada sampel.

Di mana sampel yang digunakan di antaranya dahak, luka, darah dan urine namun jika infeksi terjadi pada bagian tubuh dalam maka dilakukan tindakan medis seperti biopsi. Resiko tinggi pada penderita akibat terkena HA-MRSA di antaranya penggunaan perangkat rumah sakit, menjalani rawat inap lebih dari tiga bulan serta memiliki sistem imun tubuh yang rendah.

Sedangkan risiko CA-MRSA terjadi jika tinggal di lingkungan padat dan kumuh, berbagi barang pribadi, menghindarkan diri dan seks bebas. Kompikasi akibat MRSA digolonggan dalam tingkat kesuitan yang tinggi dalam penanganannya dikarenakan resistensi yang banyak dari antibiotic sehingga komplikasi terjadi karena pemberian terapi yang kurang tepat menyebabkan gangguan pada aliran darah, sendi, paru, tulang dan jantung.

Selain itu biasanya terjadi sepsis dan sebaiknya segera dilakukan penanganan sebeluh kejadian lebih lanjut. Pengobatan dapat kita lakukan dengan cara pola peningkatan pola hidup sehat dengan mencuci tangan dengan bersih setidaknya 15 – 30 detik mengikuti 6 langkah mencuci tangan dengan sabun dan jangan lupa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 62%.

Apapila terjadi suatu luka, sebaiknya luka dijaga agar luka tetap tertutup, gunakan perban yang steril untuk menghindari adanya kontaminasi bakteri yang mengakibatkan terjadinya nanah.

Jaga barang pribadi agar tidak terjadi penularan dari orang yang terinfeksi serta gunakan air panas untuk mencuci sprei dan pakaian untuk menghindari infeksi Staphylococcus aureus.

* Dosen Analisis Kesehatan Fakultas Kesehatan

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry