Fashion Sport yang tampil di CWS Surabaya, Jumat (15/05/2025). Foto: DUTA /Wiek

SURABAYA | duta.co – Puluhan desainer dan pelaku UMKM memadati Atrium Ciputra World Surabaya dalam gelaran Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 yang berlangsung pada 15–17 Mei 2026.

Festival yang digagas Vante Manajemen ini mengusung konsep unik dengan menyatukan dunia olahraga dan fashion dalam satu panggung kreatif yang dinamis.

Creative Director sekaligus Founder SSFF, Arif Santoso, menjelaskan pemilihan tema sport dilatarbelakangi perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari keseharian. Menurutnya, tren tersebut terlihat dari tumbuhnya komunitas running, padel, dan olahraga lainnya yang tidak hanya fokus pada aktivitas fisik, tetapi juga pada penampilan.

“Olahraga sekarang sudah benar-benar menjadi lifestyle. Banyak masyarakat yang menggandrungi sport, baik itu padel, running dan sebagainya,” ujar Arif saat ditemui di sela acara.

Perubahan tersebut, lanjut Arif, turut memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap fashion olahraga. Jika dulu perhatian utama tertuju pada performa, kini outfit menjadi elemen penting yang diperhitungkan.

“Dulu orang mikirnya ‘aku kuat lari sekian kilo nggak?’. Sekarang yang dipikirkan adalah ‘besok outfit-ku apa ya?’,” katanya.

Pada hari pertama, SSFF 2026 menampilkan beragam koleksi sport fashion dari sejumlah desainer dan brand. Di antaranya IMUZ by Imam Mustafa, N.A.R.I by Nano dengan konsep chic sporty, karya desain fashion textiles Petra Christian University, Difabela x Aora, Namira Ecoprint, Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia, hingga Unerd Footwear yang mengusung tema “Running with Your Heart”.

Sorotan utama tahun ini adalah hadirnya konsep Wastra Sportswear. Konsep ini menjadi tantangan bagi pelaku fashion dan UMKM untuk memadukan kain tradisional Nusantara dengan pakaian olahraga modern.

“Ini kita memberikan challenge kepada pelaku fashion atau pelaku UMKM bagaimana mereka memadu padankan antara sportswear dengan wastra,” jelas Arif.

Selama tiga hari pelaksanaan, sekitar 27 pelaku fashion dan UMKM akan terlibat dalam fashion show. Setiap hari, sembilan desainer dan brand menampilkan koleksi terbaik mereka di hadapan pengunjung.

“Total ada sekitar 27 yang akan show mulai dari tanggal 15 sampai dengan 17 Mei,” pungkas Arif.

SSFF 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara industri kreatif, pelaku UMKM, dan komunitas olahraga untuk mendorong inovasi fashion yang fungsional sekaligus bernuansa budaya lokal. (wk)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry