Srikandi Jatim Resmikan Dewi Cemara Kedung Malang

1027
DEWI CEMARA : Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat peresmian Taman Dewi Cemara (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI,duta.co, Suka cita warga Desa Kedung Malang Kecamatan Papar, usai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Dewi Cemara) Kamis (08/08). Digagas pemerintah desa dibantu kelompok tani dan pelaku UMKM. Perpaduan tekhnologi, inovasi dan inisiatif kreatif ini, menjadikan sosok Srikandi Jawa Timur menyatakan kagum.

Dalam kata sambutan, Khofifah melihat ada harmoni diantara warga desa, antar hubungan manusia kemudian hubungannya dengan alam. Diharapkan dengan dukungan tekhnologi, berkembang harmoni bersama binatang. Khofifah membandingkan dengan Thailand, dimana tekhnologi tepat guna telah berkembang pesat.

Budidaya Tanaman Langka Agar Tidak Punah

DEWI CEMARA : Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat peresmian Taman Dewi Cemara (Nanang Priyo/duta.co)

Tanaman yang dianggap langka dan terancam punah, kemudian bisa dikembangkan dengan tekhnologi dan bisa diperjualbelikan secara resmi. “Dengan bantuan tekhnologi, keberanian dan demi terwujudkan ekonomi kreatif, mari belajar dari Negeri Thailand. Banyak hewan langka dan terancam punah bisa dibudidayakan dan dijual secara resmi dengan bersertifikat,” ungkapnya.

Seperti halnya Taman Cemara, terdapat sejumlah anggrek memang langka. Diharapkan dengan bantuan sejumlah perguruan tinggi dan para ilmuwan. “Saya pernah membawa anggrek hitam dari pedalaman Papua, saat sejumlah ilmuwan dari IPB datang ke rumah Jakarta, terlihat kaget. Bunga tersebut bisa hidup dalam lokasi dan cuaca yang berbeda,” tutur Srikandi Jatim.

Pesan Gubernur Kepada Pemerintah Daerah

DEWI CEMARA : Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat peresmian Taman Dewi Cemara (Nanang Priyo/duta.co)

Khofifah berharap dukungan pemerintah daerah, agar kelompok tani diberikan akses soal informasi tekhnologi tepat guna. Diberi kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan bantuan demi mempertahankan Jawa Timur sebagai lumbung padi nasional. “Tekhonologi pupuk dan pengiritan penggunaan air, mungkin yang saat ini dibutuhkan para tani,” terusnya.

Dia pun mengaku bangga dengan petani bawang putih, berani mencoba dan ternyata hasilnya tidak mengecewakan. “Semoga para petani di Jawa Timur, khususnya di Kediri, mampu mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang sama. Saya bersyukur atas terwujudnya taman ini, sebagai bentuk harmoni antara manusia dan alam,” ucap Khofifah, yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.