[Foto] Anggota Pansus BUMD sekaligus Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno.

SURABAYA | duta.co – Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menyoroti kondisi anak perusahaan PT Panca Wira Usaha (PWU), yakni PT Kasa Husada, yang dinilai belum optimal.

‎Untari menilai, Kasa Husada saat ini masih berada dalam tahap pertumbuhan. Menurutnya, perusahaan tersebut berpotensi berkembang apabila mendapat afirmasi dan advokasi dari seluruh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

‎”Apa afirmasi dan advokasinya? Semua rumah sakit provinsi pesen di situ. Nah, nanti bikin rencana bisnis, misalkan renstranya 5 tahun, lalu renbusnya tiap tahun,” ujarnya.

‎Namun, saat ditanya apakah selama ini 14 rumah sakit milik Pemprov Jatim telah menjalin kerja sama dengan Kasa Husada, Legislator asal PDI-Perjuangan ini mengungkapkan, bahwa hal tersebut belum berjalan.

‎”Belum. Sampai saat ini. Karena memang ketika mereka ingin melayani itu tiba-tiba memang kepotong tentang mereka enggak punya biaya untuk bisa melakukan. Nah, maka inilah yang saya maksud induk itu bisa memberikan penyertaan modal ke situ,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, penyertaan modal menjadi kunci agar Kasa Husada dapat kembali beroperasi secara optimal. “Nanti kalau diberikan penyertaan modal ke situ akan bisa bertambah modalnya maka dia akan bisa hidup,” tambahnya.

‎Meski demikian, Untari menilai kondisi induk perusahaan, yakni PWU, juga belum sepenuhnya baik. “Tapi memang PWU sendiri kan kondisinya ya seperti itu tidak terlalu baik,” paparnya politisi asal Daerah Pemilihan (Dapil) 6 (Malang Raya).

‎Oleh karena itu, ia menyarankan agar apabila Pemerintah Provinsi Jawa Timur ingin memberikan penyertaan modal, mekanismenya dilakukan melalui PWU dengan tujuan utama untuk menguatkan Kasa Husada.

‎”Sehingga kalau misalkan mau memberikan penyertaan modal dari Pemprov dikasih ke PWU tapi tujuannya ke Kasa Husada. kalau cara saya untuk memaksimalkan menghidupkan kembali perusahaan ya begitu,” katanya.

‎Sementara saat ditanya mengenai kemungkinan Kasa Husada berdiri sendiri tanpa berada di bawah naungan PWU, Untari menyebut hal itu masih memerlukan kajian mendalam.

‎”Kalau lihat kondisi hari ini ya harus dengan kajian telaah yang dibutuhkan mampu enggak dia untuk berdiri sendiri itu kan butuhin semua infrastruktur,” katanya.

‎Namun demikian, ia menilai secara prospek, Kasa Husada justru memiliki peluang lebih baik apabila berdiri secara mandiri.

‎”Menurut saya sih dari caranya mereka paparan dan kemudian pasar yang jelas itu diberdirikan sendiri malah lebih bagus. Boleh. Karena memang masih sangat prospektif,” pungkasnya. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry