ara Santri sedang memadamkan api denganĀ Apar.

SURABAYA | duta.co – Sebagai tindak lanjut dari keputusan Gubernur Jawa Timur tentang pembentukan Tim Pesantren Tangguh Bencana (Pestana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kebencanaan di tiga pondok pesantren di Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut, berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Sabtu (11–15 November 2025), dengan tema ā€œSatuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)ā€ ini dilaksanakan secara maraton di tiga lokasi, yakni Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Ponpes Salafiyah Shirothul Fuqoha’ Gondanglegi, dan Pondok Pesantren Pendidikan Islam (PPPI) Al-Hikmah Tumpang, Kabupaten Malang.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPAB di tiga pesantren tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para santri, ustadz, dan ustadzah agar lebih memiliki kesadaran (awareness) terhadap potensi bencana di lingkungan mereka.

Menurutnya, konsep pelatihan ini menekankan pada pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction).

ā€œKita tidak ingin lagi ada bencana di pesantren. Karena itu, pola pikir dan pola tindak kita harus sesuai dengan prinsip ketangguhan bencana,ā€ tegas Hikmah, pada Kamis (13/11/2025).

Sementara itu, Plt. Kabid PK BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, yang juga Koordinator Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Tim Pestana, menambahkan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam kegiatan SPAB, yaitu fasilitas pendidikan aman bencana, manajemen penanggulangan bencana, dan pendidikan pengurangan risiko bencana.

ā€œSelain pelatihan, kami juga melakukan assessment terhadap bangunan di lingkungan pondok pesantren agar bisa diidentifikasi lebih awal potensi risiko yang dapat menimbulkan bencana,ā€ jelas Dadang.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, terdapat 7.347 pondok pesantren di Jawa Timur dengan total sekitar 297.506 santri. Dengan jumlah tersebut, BPBD Jatim membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar target capaian program Pestana ke depan dapat terlaksana lebih cepat dan efektif.

Pengasuh Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Taufiqurrahman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan SPAB di pesantrennya.

ā€œMelalui pelatihan ini, para santri serta para ustadz dan ustadzah dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya banjir dan angin kencang yang sering terjadi di sekitar pesantren,ā€ ujarnya.

Hal senada disampaikan Syahrul Mubarok, santri yang terpilih sebagai Ketua Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS). ā€œDengan edukasi yang kami terima, kini kami lebih paham dan siap menghadapi potensi bencana di lingkungan pesantren,ā€ katanya denganĀ antusias.Ā (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry