
SURABAYA | duta.co – Nama Ardi Krisnamurti — alumni Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya — kini berkibar di blantika politik Jawa Timur. Ia baru saja menerima Surat Keputusan (SK) sebagai orang nomor satu di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Jawa Timur. Posisi ini sangat menarik dicermati. Dia dinilai memiliki modal besar untuk membumikan program partai di tengah program pemerintah.
“Ini sosok ori (orisinil). Saya yakin dia (Ardi red.) yang selama ini dikenal sebagai aktivis bisa dengan mudah landing (mendarat) di hati rakyat Jatim. Apalagi PKN — selaku partai — jelas akan memberikan advokasi kepada rakyat atau grassroot (akar rumput), bagaimana mereka menangkap program kerakyatan yang digelorakan pemerintah,” tegas Drs H Abd Kholiq, mantan pengurus GP Ansor, Jombang kepada duta.co, Sabtu (14/3/26).

Menurutnya, banyak program pemerintah yang membutukan akselerasi. Ia kemudian menyebut program ketahanan pangan. “Program ini jangan hanya ‘hangat-hangat tai ayam’. Ini (program) bagus. Maka, harus benar-benar kokoh. Perlu ada akselerasi (percepatan) bagaimana kita menyiapkan SDM di lapangan, termasuk menyiapkan pola kerja mereka,” tegasnya.
Rilis pemerintah, tegasnya, sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, bahwa stok pangan Indonesia aman di tengah krisis dunia yang disebabkan perang antara AS-Israel dengan Iran.
“Dia (Amran) menyatakan stok beras saat ini sebanyak 4 juta ton dan akan bertambah menjadi 5 juta ton pada April 2026. Stok 11 komoditas strategis cukup baik, bahkan sangat baik, khususnya beras dia laporkan hari ini mencapai 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan mencapai 5 juta ton. Bagus, tetapi, apakah fakta di lapanan sudah sebagus itu?” tanyanya.
Cak Kholiq, demikian akrab dipanggil, mengutip data Amran yang menyebut pangan Indonesia cukup, bahkan bisa mencapai 324 hari. Tugas kita adalah pemberdayaan petani. Pemerintah boleh menyebut cukup 324 hari, tetapi, apakah itu juga dirasakan oleh petani-petani kita?
“Ini masalah serius. Maka, butuh akselerasi ketahanan pangan. Kalau tidak, justru akan terjadi disparitas kehidupan. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Nah, sosok Mas Ardi, ini memiliki peluang besar untuk mempercepat program tersebut,” tambahnya.
Ia juga mengkritisi gerakan ekonomi berupa KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) yang menyebar di seluruh desa di Indonesia. Apalagi, katanya, pemerintah akan menbatasi gerai modern seperti Alfamaret dan Indomart. “Tampaknya memang bagus. Masalahnya, apakah SDM kita sudah siap? Jaringan distribusi itu membutuhkan semangat tinggi, membutuhkan ethos dan effort. Ini juga butuh akselerasi, PKN Jatim bisa menjadi garda terdepan untuk itu,” pungkasnya. (mky)




































