
SITUBONDO | duta.co – Anggota MPR RI, HM Nasim Khan saat melaksanakan sosialisasi empat pilar di Aula Pondok Pesantren Arkanul Islam Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Selasa (9/12), kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat wawasan kebangsaan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Kegitan yang berlangsung pada tanggal 9 Desember 2025 tersebut, dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang masyarakat, termasuk tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa, organisasi perempuan, serta para santri.
HM Nasim Khan menjelaskan, bahwa Empat Pilar MPR RI, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan instrumen utama untuk menjaga keutuhan bangsa dan mencegah disintegrasi nasional di tengah derasnya arus perubahan zaman.
“Negara kita akan tetap berdiri kokoh apabila masyarakat memahami jati diri bangsanya. Generasi sekarang harus memiliki ketahanan ideologi untuk menghadapi polarisasi sosial, berita bohong, dan pengaruh negatif globalisasi,” kata Nasim Khan di hadapan peserta.
Tak hanya itu yang disampaikan Nasim Khan, namun wakil rakyat dari Dapil III Jawa Timur ini menegaskan, agar tidak terpengaruh terhadap isu-isu negatif yang bisa memecah belah nilai-nilai persatuan bangsa.
“Nilai-nilai persatuan bangsa dan toleransi harus selalu dijaga bersama. Kita semua jangan sampai terkoyak dengan isu-isu negatif tentang bangsa ini,” kata Nasim Khan.
Kegiatan atau sosialisasi seperti ini, sambung Nasim Khan, menjadi pengingat bagi seluruh unsur masyarakat untuk terus mencintai tanah air dengan tindakan nyata.
“Dengan sosialisasi empat pilar MPR RI ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat karakter kebangsaan melalui aksi nyata di lingkungannya masing-masing,” ajak Nasim Khan.
Nasim Khan menjelaskan bahwa MPR RI terus berupaya menjaga ketahanan ideologi bangsa melalui sosialisasi empat pilar ini. “MPR RI terus melakukan sosialisasi ini, MPR RI berperan memberikan pandangan, gambaran, serta arah kebijakan umum terkait haluan negara,” pungkas Nasim Khan.
Pewarta: Heru Hartanto
Editor: Nizham Alkafy





































