DITURUNKAN: Sejumlah penumpang yang naik angkutan kota diturunkan paksa. Akibatnya penumpang telantar di jalan-jalan di Kota Malang. (duta.co/ARIS)

MALANG|duta.co – Sementara itu, ratusan sopir angkut lakukan aksi ngeluruk ke Balaikota Malang di jalan Tugu Kota Malang, ribuan penumpang telantar di terminal Asjosari ataupun di  jalan-jalan utama yang menjadi jalur angkutan kota. Dengan memarkirkan kendaraan angkutannya, para sopir meneriakkan penolakan terhadap beroperasinya ojek dan taksi berbasis online.

Walikota Malang, H.M Anton menerima kedatangan pendemo melalui perwakilan didampingi dishub, organda, lalu lintas. Usai menerima perwakilan, walikota Malang menemui langsung para awak sopir angkutan dan taksi.

“Tadi perwakilan Organda, Dishub dan lalu lintas dari hasil semuanya saya sudah tegaskan sekarang ini dengan aturan yang ada yang berbadan hukum.Dan yang berbadan hukum itu Mikrolet dan Taksi, ” ungkapnya.

Itulah hasil kesepakatan, kita dalam pertemuan tadi. Usai mendengar penjelasan Walikota Malang ini, para sopir taksi dan angkutan membubarkan diri dari balaikota Malang. Akibat mogoknya ratusan armada dan taksi warga masyarakat keleleran disepanjang jalur angkutan dalam kota.

Mogoknya sopir angkutan dan taksi membuat sibuk kepolisian yang langsung merespon dengan mengangkut penumpang yang keleleran dengan kendaraan milik kepolisian dan polsek.  “Tidak hanya itu, kita juga meminta digunakannya bus sekolah untuk mengangkut masyarakat, ” ungkap AKBP. Decky Sudarsono Kapolres Malang Kota.

Sayangnya aksi mogok sopir angkutan tersebut diikuti tindakan penurunan secara paksa angkutan yang mengangkut penumpanh disejumlah jalur yang ada ( ais)

 

 

 

 

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry