“Jika ini yang terjadi, maka alat cantrang lama lama akan ditinggal sendiri oleh neyalan, dan akan beralih alat yang sesuai digunakan di zona bebas cantrang karena pendapatan bertambah cukup lumayan.”

Oleh : Mukhlas Syarkun*

Bu Susi (Susi Pudjiastuti adalah Menteri Kelautan dan Perikanan) dengan nada keras  menuduh Sandi (Cawapres 02 )tidak punya visi keberlangsungan sumber hayati laut.  Kemudian Sandi membalasnya, ‘bahwa diizinkannya cantrang tentu dengan aturan-aturan yang berupaya untuk tetap mempertahankan pelestarian’ sumber hayati laut.

Jika kita amati ada sudut pandang yang berbeda, sebab Sandy melihat nelayan hidup terjepit dan dihimpit kemiskinan, ini disebabkan biaya operasi meningkat menyusul kenaikan BBM, dan keperluan rumah tangga juga semakin berat akibat kenaikan listrik  dan keperluan harian mengalami peningkatan, sementara pendapatan berkurangan.

Sandi melihat realita telah terjadi kemiskinan di kalangan nelayan secara terstruktur dan sistematis.

Kini nelayan mengalami keadaan yang tersepit, kerana itu perlu diatasi dan dicarikan solusi darurat dengan cara diberi kelonggaran untuk menggunakan cantrang.

Sementara Susi melihat satu sisi saja, bahwa alat cantrang dapat merusak sumber Hayati laut. Inilah penyebab perbedaan tajam antara Sandi dan Susi.

Ini Solusinya

Perbedaan dua pandangan dapat dikonsolidasikan dan diakomodir keduanya dengan menyusun formula  sebagai berikut:

Pertama,  menentukan Kawasan atau Zona cantrang, dilengkapi peraturan dan tentu harus mendapat pengawasan, agar para nelayan yang menggunakan alat Cantrang tidak keluar dari zona yang ditetapkan.

Kedua, Menentukan Zona bebas Cantrang,  ditanam terumbu karang, rumpon permanen. Tentu ini perlu dana lumayan dan kementrian kelautan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah.

Dalam enam bulan zona bebas cantrang akan menjadi potensi baru karena tempat itu akan menjadi pusat produksi berkembang biak nya ikan dan selanjutnya akan menjadi pusat koloni ikan.

Zona bebas Cantrang akan menjadi sumber ekonomi nelayan yang potensial, sebab dengan alat sederhana dan biaya operasi ringan, sementara ikan yang di dapat adalah jenis ikan premium seperti tengiri, kakap, baronang kerapu dll.

Jika ini yang terjadi, maka alat cantrang lama lama akan ditinggal sendiri oleh neyalan, dan akan beralih alat yang sesuai digunakan di zona bebas cantrang karena pendapatan bertambah cukup lumayan.
Kita harus berani mencari solusi meminjam iklan pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah. (end)

*Mukhlas Syarkun, adalah Pusat setudy  sumber hayati laut & pengurus Pribumi Bersatu.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.