ACARA : Bupati Probolinggo Bupati P. Tantriana Sari dalam sebuah acara. (duta.co/faisal)

PROBOLINGGO | duta.co – Untuk mencegah anak putus sekolah, dan membantu penghasilan warga miskin, Pemkab Probolinggo menelurkan program ojek masuk sekolah (OASE).

Samin, warga Kecamatan Tiris, pencari rumput, menjadi salah satu tukang ojek tersebut. Penghasilannya sebagai tukang ojek anak sekolah lumayan buat tambahan.

Tahun 2018, Pemkab menganggarkan program OASE untuk direalisasikan terhitung sejak Februari 2019.  Tak tanggung, Pemkab menggelontorkan anggaran Rp 1,5 miliar.

“Masa kerja tukang ojek ini 6 kali dalam sepekan, atau sesuai dengan kalender sekolah,” kata Bupati P. Tantriana Sari.

Jumlah tukang ojek yang diberdayakan se Kabupaten Probolinggo sebanyak 400 orang.  Setiap tukang ojek mengantar jemput 1 siswa per hari. Upahnya Rp 350 ribu per bulan. Terhitung per 1 Februari hingga Desember 2019.

“Kami anggarkan untuk upah 11 bulan. Total Rp 1.540.000.000 (Rp 1,5 miliar) setahun ini,” sebutnya.

Program ini tersebar di kecamatan yang medannya sulit untuk dilalui siswa ke sekolah. Rata-rata berada di lereng gunung Argopuro dan kawasan Gunung Bromo.

“Ada di Tiris, Krucil, Sukapura, Lumbang, Sumber, Kuripan, Pakuniran, Kotaanyar, Tongas, Tegalsiwalan, Banyuanyar dan Wonomerto. Itu wilayah sulit semua,” terangnya.

“Saya jamin siswa-siswa di wilayah sulit mulai tahun ini ke sekolah gak perlu bingung. Diantar dan dijemput gratis. Gak perlu bayar, Pemkab yang bayar,” ujarnya. (afa)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.