Kepala Kantor KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman, General Manager Pabrik Tuban, Priyatno mencoba menaiki mobil listrik.

TUBAN | duta.co – Sebagai wujud mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon (Co2), PT Solusi Bangun Indonesia mengambil langkah strategis dengan meluncurkan kendaraan listrik berbasis energi terbarukan untuk patroli operasi.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Kantor KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman, General Manager Pabrik Tuban, Priyatno beserta perwakilan karyawan dan kontraktor Pabrik Tuban itu mengusung tema “Green Port, Green Plant”. Diharapkan penerapan teknologi ramah lingkungan di terminal khusuus kawasan pelabuhan menandai sinergi positif antara pelaku usaha dengan otoritas pelabuhan dalam mewujudkan operasional pelabuhan yang berkomitmen pada lingkungan.

Kepala Kantor KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Tuban yang sudah memenuhi kewajiban-kewajiban regulasi yang ada.

“Langkah Solusi Bangun Indonesia untuk mulai menggunakan kendaraan listrik adalah inisiatif yang baik, sebagai bentuk penanggulangan pencemaran dan mendukung konsep green port guna mengurangi dampak lingkungan pada operasional pelabuhan. Hal ini juga menjadi skala prioritas di jajaran Kementerian Perhubungan Laut selain gangguan atau cyber crime issue,” ungkapnya, Kamis (22/5/25).

General Manager Pabrik Tuban, Priyatno menggaris bawahi bahwa kehadiran kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan dan langkah strategis perusahaan untuk mengurangi emisi dari berbagai lini.

“Operasionalisasi kendaraan listrik ini melengkapi upaya kami untuk terus menurunkan emisi dari penggunaan energi fosil. Sebelumnya, kami telah memanfaatkan instalasi panel surya untuk mengurangi penggunaan energi listrik pada fasilitas-fasilitas penunjang pabrik, menggunakan electric forklift di area warehouse dan mensubtitusi sebagian batu bara pada proses produksi semen dengan bahan baku alternative,” terang Priyatno.

Berbagai implementasi inisiatif keberlanjutan yang dijalankan Solusi Bangun Indonesia di Pabrik Tuban, berkontribusi pada pencapaian penurunan emisi karbon dari operasional perusahaan secara konsolidasi. Hingga akhir 2024, Solusi Bangun Indonesia mencapai penurunan 16,5 % emisi karbon dibandingkan baseline 2010 atau sebesar 572 kg CO2 /ton semen ekivalen. (Sad)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry