SIAP UNBK: Suasana USBK si salah satu sekolah di Surabaya. Kemdikbud menyatakan sebanyak 30.672 sekolah, siap menyelenggarakan USBK terdiri atas SMA/SMK/MA dan SMP/MTs yang akan diikuti sekitar 3,7 juta siswa. DUTA/Wiwiek Wulandari

SURABAYA | duta.co  – Langkah Dinas Pendidikan Kota Surabaya menjadwalkan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) menuai banyak masalah. Selain sinkronisasi yang harus berulang kali dilakukan sekolah, pelaksanaan USBK hari kedua bermasalah hingga sesi pertama telat 2 jam. Akibatnya siswapun dipulangkan.

Jadwal USBK hari kedua untuk pelajaran Matematika harusnya dimulai pukul 07.30 sampai 09.30 untuk sesi pertama. Namun hingga pukul 09.30 kebanyakan sekolah tidak bisa mengakses soal ujian. Jadwal ujian akhirnya dirubah menjadi 10.00 hingga 12.00 untuk sesi pertama. Pihaknya segera memberitahukan siswa yang akan mengikuti ujian sesi kedua dan ketiga melalui grup whatsapp. Karena siswa harus lebih lama menunggu ujian.

“Ini bermasalah semua se Surabaya, jadwalnya juga diubah untuk Sesi 1 jam 10.00 – 12.00, Sesi 2   jam 13.00 – 14.00 dan Sesi 3 jam 15.00 – 17.00. Karena terlalu lama, yang sesi 2 atau sesi 3 yang sudahdi sekolah saya minta pulang dulu istirahat,”jelas Erwin Darmogo,Kepala SMP YPPK 1, Kamis (23/3/2017).

Menurutnya persiapan USBK memang membutuhkan persiapan ekstra. Pasalnya, sekolah yang menggabung laboratorium komputernya dengan SMA akan kesulitan membagi jadwal. Apalagi  jadwal USBK SMP bersamaan dengan jadwal USBN SMA.Setidaknya sekolahnya membutuhkan 222 laptop untuk ujian dengan 3 sesi.

“Komputer di SMA itu ada 20, yang 10 punya SMP. Tetapi kami gantian pakainya, kalau jadwal bersamaan begini kami harus pinjam laptop siswa dan guru,” ujarnya.

Hal asama juga terjadi di SMP 17 Agustus 1945 yang memulai USBK hari kedua. Sesuai instruksi Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, ujian sekolah SMP diadakan mulai Rabu  (22/3/2017) hingga Kamis (13/3/2017). Pelaksanaannya juga harus berbasis komputer, dengan sistem layaknya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Sekolah harus terlebih dahulu melakukan sinkronisasi server sekolah dengan Dindik Kota Surabaya. Kemudian menginstalnya ke seluruh komputer. Kemudian sebelum pelaksanaan juga dirilis token untuk bisa mengakses soal.

Supangat Budianto, ketua sistem informasi yayasan 17 Agustus 1945 Surabaya mengungkapkan USBK sistemnya sama seperti UNBK. Namun, waktu singkronisasi cukup mepet. “Singkronisasi juga mepet jam 10 malam. Paginya dipakai tidak 100 persen bisa,” jelasnya, Kamis (23/3/2017).

Menurutnya software tidak dapat diakses pada semua jenis aplikasi.Dari beragam aplikasi chrome di laptop siswa, hanya beberapa klien atau laptop yang bisa mengaksesnya.“Klien harus support chrome versi tertentu, kemudian windowsnya juga harus win 7. Jadi banyak laptop siswa yang harus di downgrade,” lanjutnya

Jesslin Anastacia (14), siswa kelas 9 SMP 17 Agustus 1945 mengungkapkan dirinya masih menunggu USBK gilirannya. Sambil latihan soal matematika, ia menunggu giliran ujian di sesi kedua.

“Sepertinya saya mulainya telat, soalnya tadi sesi 1 bermasalah. Harusnya 09.30 sudah selesai, tapi sekarang juga belum keluar kelas,”ungkapnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.