PENSIUN : R Soeroso didampingi Direktur Keuangan Bank Ferdian Timur Satyagraha dan jajaran direksi Bank Jatim lainnya usai RUPS di kantor pusat Bank Jatim, Jumat (26/4). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencari pejabat puncak.

Setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Jumat (26/4) memutuskan direktur utama R.Soeroso dan tiga direktur di bawahnya memasuki masa pensiun.

Komisaris Independen, Bank Jatim, Prof Candra Fajri Ananda mengatakan, R.Soeroso sudah menjabat selama dua periode.

Di periode kedua ini, Soeroso menjabat selama empat tahun atau tahun keempat RUPS dari lima tahun masa jabatan direktur utama.

“Jadi selama sembilan tahun ditambah satu tahun sebagai Dirut Bank UMKM,” kata Candra.

Selain Soeroso, ada tiga lagi jajaran direksi yang sudah tidak lagi menjabat di Bank Jatim. Mereka antara lain, Direktur Operasional Rudie Hardiono, Direktur Menengah Korporasi Su’udi dan Direktur Ritel Konsumer dan Usaha Syariah, Tony Sudjiaryanto.

Untuk Su’udi, meski masih satu periode, tapi tidak bersedia menjabat lagi karena terkendala usia. Sementara yang lain karena sudah menjabat dua periode. “Untuk jabatan direktur utama, kami masih belum tahu siapa. Itu nanti gubernur yang akan memberi rekomendasi,” imbuh Fajri.

Candra mengaku, Bank Jatim sudah mulai melaksanakan seleksi terhadap pimpinan inti banknya masyarakat Jawa Timur itu. Ada banyak lamaran yang masuk baik dari internal maupun dari luar Bank Jatim.

“Kita akan seleksi, yang jelas ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh yang bersangkutan. Salah satunya adalah paham dunia perbankan,” tukasnya.

R.Soeroso yang ditemui mengatakan memang sudah waktunya dia dan tiga direktur lainnya memasuki masa pensiun. “Ini bagus berarti organisasi di Bank Jatim ini berjalan sesuai aturan OJK (Orotitas Jasa Keuangan),” tukas Soeroso.

Soeroso berharap Bank Jatim bisa berkembang lebih pesat terutama di era digitalisasi ini. “Kinerja harus ditingkatkan terutama financial technology. Kalau tidak bisa ketinggalan zaman,” tukasnya.

Sementara itu, terkait kinerja, selama triwulan I 2019, bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemprov Jatim itu membukukan laba bersih Rp405,5 miliar tumbuh 7,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy).

 Untuk aset, tumbuh 14,06 persen menjadi  Rp63,1 triliun. Selama periode tiga bulan di 2019, Bank Jatim mencatatkan  penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp51,82 triliun atau tumbuh 15,16 persen.

Dari sisi pembiayaan, emiten berkode BJTM itu berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp33,7 triliun atau tumbuh 7,27 persen (yoy). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp7,15 triliun atau tumbuh 16,61 persen (yoy). end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry