Pernyataan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Jatim. (FT/pusaran.net)

SURABAYA | duta.co – Pernyataan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Jatim, Dr Meithiana Indrasari Yunus, bahwa organisasinya akan mendukung setiap kebijakan pemerintah, termasuk mewajibkan vaksin covid-19, dikritisi Dwi Agus Widodo.

Aktivis Islam Surabaya yang semula diplot dalam Bidang Kajian Strategis dan Dakwah ICMI Muda Jatim ini, akhirnya memilih keluar ketimbang ikut dalam gerbong organisasi yang dinilai kelewat ‘membebek’ pemerintah.

“Tadinya saya berpikir ICMI Muda ini bisa kritis, membantu, mengawasi kebijakan pemerintah. Tidak tahunya, seperti ini. Saya pilih di luar saja,” tegas Dwi Agus kepada duta.co Jumat (15/1/21).

Seperti diberitakan, seluruh pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Jatim periode 2020-2025, menyatakan mendukung seluruh program pemerintah, termasuk menerapkan suntik vaksin dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ketua Umum ICMI Muda Jatim Dr Meithiana Indrasari Yunus, mengatakan, kebijakan vaksin yang ditetapkan pemerintah telah melalui berbagai tahapan dan harus mendapatkan dukungan.

“Kita akan mensupport apapun kebijakan pemerintah, karena apa? Kebijakan itu keluar sudah melalui filter-filter. Sebetulnya tidak ada sistem, tidak ada aturan yang tidak benar di Republik Indonesia,” kata Meithiana saat pelantikan pengurus ICMI Muda Jatim di Mercure Hotel Surabaya. Selasa (12/1/2021) sebagaimana dikutip pusaran.net.

Pasca pelantikan jajaran pengurus baru, ICMI Muda Jatim akan terus mengawal kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk vaksin yang izin pemakaiannya telah dikeluarkan BPOM. “Untuk vaksin pun kita akan support,” tegas Meithiana.

Menurut Agus, sebagai organisasi anak muda, mestinya ICMI Muda menunjukkan independensinya terhadap penguasa. Apalagi organisasi ini kumpulan cendekiawan muslim.

“Terus terang, banyak masukan penting yang harus disampaikan kepada pemerintah perihal vaksin Covid-19. Ini seharusnya menjadi bahasan serius ICMI Muda. Nyatanya, mereka lebih enjoy ‘membebek’, mengikuti kebijakan pemerintah apa pun regulasinya. Apalasannya sudah melalui proses panjang. Ini kan lucu,” tegasnya.

Sebagai cendekiawan muslim muda, jelasnya, kita harus berpikir kritis. Bangsa ini mau di kemanakan, ICMI Muda harus tahu. Soal vaksin, sejauh mana ICMI Muda melakukan kajian klinis.

“Faktanya ada politisi PDIP sendiri yang menolak divaksin. Ini menunjukkan ada kekhawatiran serius, terlebih lagi vaksin ini belum teruji. Apa kita rela, bangsa ini menjadi kelinci percobaan,” pungkas Agus. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry