JOMBANG | duta.co – Polemik seputar pelaksanaan Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Jombang kembali memanas.

Teranyar, lima peserta PMKNU melayangkan surat ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), meminta agar Dewan Tahkim PBNU diturunkan guna menyelesaikan dugaan pelanggaran oleh sejumlah oknum dalam proses kaderisasi.

Menanggapi surat tersebut, Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Dr KH Miftah Faqih, memilih bersikap tenang.

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu malam (23/7), ia menegaskan belum dalam posisi memberikan tanggapan resmi.

“Saya tidak dalam kapasitas untuk menanggapi hal itu,” jawabnya singkat.

Meski begitu, Kiai Miftah mengisyaratkan bahwa PBNU akan mengambil sikap jika telah ada penugasan formal. “Nanti setelah ada penugasan dari PBNU,” ujarnya menegaskan.

Ditanya soal kemungkinan dirinya bakal ditugaskan menangani surat peserta PMKNU itu, Kiai Miftah yang diketahui hadir dalam pelaksanaan PMKNU Jombang dan sempat menyatakan beberapa peserta “lulus bersyarat” mengaku belum mengetahui apa pun terkait arah penanganan dari pusat.

“Saya nggak tahu, Mas,” ujarnya saat ditanya soal kepastian waktu penugasan dari PBNU ke Jombang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PBNU mengenai tindak lanjut surat peserta PMKNU tersebut. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry