Beberapa perangkat Desa Kebaron saat ditemui awak media di kantor desa, Selasa (1/7/25). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Pemberitaan yang viral di media daring soal dugaan permintaan uang sebesar Rp300 juta untuk meloloskan calon perangkat desa di Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, mendapat tanggapan langsung dari Kepala Desa Kebaron, Suwito.

Ia membantah keras tudingan tersebut dan menyebut informasi dalam pemberitaan itu tidak benar. Suwito menegaskan, bahwa proses seleksi perangkat desa di wilayahnya telah dilakukan secara terbuka dan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Saya tegaskan, tidak ada permintaan uang seperti yang disebutkan dalam pemberitaan itu. Proses seleksi berjalan sesuai prosedur, transparan, dan hasilnya murni dari ujian yang diselenggarakan oleh pihak ketiga,” ujar Suwito saat ditemui di Balai Desa Kebaron, Selasa (1/7/25).

Ia menyayangkan isu tersebut beredar tanpa ada upaya konfirmasi kepada pemerintah desa. Bahkan, ia mengaku tidak tahu media yang memberitakan dugaan tersebut dan terkait gangguan jiwa salah satu perangkat desa.

“Wartawannya tidak pernah konfirmasi sama sekali ke Pemdes. Media onlinenya saya tidak tahu,” ungkapnya.

Kantor Desa Kebaron.

Terkait pemberitaan yang menyebut ada perangkat desa mengalami gangguan jiwa karena diduga menerima uang dari calon perangkat desa yang tidak lolos seleksi, Suwito juga memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut tidak ada kaitannya dengan proses penjaringan perangkat desa maupun dugaan permintaan uang.

“Kalau soal perangkat yang disebut mengalami gangguan jiwa, itu bukan karena seleksi atau uang Rp300 juta dan calonnya tidak lolos. Itu masalah pribadi (keluarga) dan sudah ada sebelumnya, berkaitan dengan kondisi keluarga,” terangnya.

Ia berharap, ke depan media lebih bijak dalam menyampaikan informasi dan selalu mengedepankan prinsip konfirmasi kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

“Harapan saya, ke depan, jika ada berita, mohon dikonfirmasi dulu ke Pemdes. Supaya jelas dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks,” pungkas Suwito. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry