TRENGGALEK | duta.co — Seluruh SMA, SMK, dan MA swasta se-Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, siap mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) atau UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tahun ini. Hampir seluruh SMA sederajat swasta itu bahkan siap melaksanakan UNBK di sekolah masing-masing, pada Senin (12/3/2018) hingga Kamis (22/3/2018).

Seperti halnya di SMK Sinar Bakti yang gedung di Jalan raya Karangsuko–Tulungagung ini,  sekolah yang berdiri sejak tahun 70an ini telah menyiapkan diri sejak dua bulan yang lalu. Walau dengan 9 orang siswa dan jumlah komputer yang terbatas, SMK Sinar Bakti telah mampu menyiapkan diri  mengikutkan siswa didiknya untuk ujian bertaraf nasional.

Bahkah, di sekolah yang punya fasilitas gedung milik sendiri dan fasilitas yang lain seperti ruang praktek, bengkel untuk teknik mesin dan perkakas, UNBK juga diikuti 16 siswa dari SMK GUPPI yang ada di Kecamatan Bendungan bergabung di pelaksanaan ini.

Heri Susanto, Kepala Sekolah SMK Sinar Bakti Trenggalek mengatakan, pihaknya kini telah menyiapkan diri mengikuti UNBK dengan kesiapan yang lumayan baik. Dengan berbekal komputer PC dan laptop yang berjumlah 11 unit, kesiapan siswa mengikuti ujian nasional itu sudah dianggap layak dan siap.

“Kita ada 11 unit komputer PC dan laptop untuk memenuhi fasilitas dari 9 siswa kita sendiri dan 16 siswa dari SMK GUPPI Bendungan,” ucapnya, Minggu (11/3/2018) di Trenggalek.

Sebenarnya dari sisi kesiapan fasilitas komputer atau laptop, dirinya mengaku belumlah cukup. Untuk itu, pihaknya menyiapkan pelaksanaan itu dengan tiga gelombang dalam pelaksanaannya.

“Kita siapkan ke 25 siswa yang ikut ujian nasional di SMK Sinar Bakti dengan tiga gelombang waktu,” terangnya.

Selain itu pihaknya telah menyiapkan satu orang teknisi komputer dan satu proktor yang bertanggung jawab langsung atas sistem komputer dari hulu ke hilirnya atau dari pusat server ke user yang dipakai siswa peserta ujian itu.

 

“Nantinya proktor yang akan mengawasi sistem komputer agar terhindar dari trouble-nya komputer yang dipakai siswa,” tandasnya.

Dijelaskan, dari 7 SMA swasta, seluruhnya siap UNBK. Bahkan SMAK Mater Dei mengawali ikut UNBK. Sekolah yang berlokasi di Jalan Panjaitan, depan RSUD dr Muhammad Saleh, itu mengikuti UNBK tahun sebelumnya (2016). SMK Ahmad Yani dan SMK Sore sudah mengatakan siap, termasuk SMA Islam yang dikepalai Sujono. “Kalau sekolah saya, sudah siap,” ucapnya.

Kini sekolah yang dipimpin Heri Susanto itu memiliki 33 siswa terdiri 9 siswa sedang menempuh belajar di kelas XII, kelas XI sebanyak 7 siswa dan kelas X adan 17 siswa. Di sekolah ini juga memfasilitasi belajar agama Islam yang memungkinkan siswanya bermukim di pemondokan yang disediakan di lingkup sekolah tersebut.

“Di sini ada yang bermukim , jadi seperti pondok pesantren agar siswa yang berasal dari jauh bisa belajar ilmu duniawi berikut akhlak budi pekertinya dan itu gratis,” pungkasnya. (ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.